my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Kamis, 13 Maret 2008

REVIEW BUKU

Baca MALAIKAT PELINDUNGKU yang menakjubkan
Kerstin Hermelink


Seorang anak kecil yang merayakan ulang tahunnya yang ke-7, dia menyadari bahwa tidak ada binatang-binatang mainan di atas kuenya seperti ulang tahun ang sebelumnya. Tak ada pula ibunya yang menemaninya, Ibunya tidur, begitu kata ayahnya dan menyuruhnya berangkat ke sekolah.

Pulang sekolah dia pikir ulang tahunnya akan meriah tapi dia menemukan ibunya yang tak sebahagia sebelumnnya dan malam itu ayah dan ibunya berpelukan dan menangis bersama. Dia tak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.

Pada saat ia belajar di kamarnya tapi tak konsen, ayah dan ibunya datang dan duduk di sampingnya kemudian mereka berkata sejujurnya yang telah terjadi bahwa ibunya terkena kanker payudara, ibu itu berkata dia tak merasakan apapun dia hanya bilang ia akan dioperasi dan di kemoterapi beberapa kali, kemungkinan ibunya akan kehilangan rambutnya dan anak itu membayangkan bila ibunya takut dia tidak cantik lagi dengan rambutnya yang indah dan payudaranya yang hilang satu.

Saat itu tiba, hari di mana ibunya dioperasi, dan anak kecil itu di sekolah tepatnya di kantin dan mengobrol dengan temannya dan berkata bahwa ibunya sakit kanker, tak terkira ada anak laki-laki yang lebih besar 2 tahun darinya yang tak sengaja mendengar dan dia berkata bila ibunya terkena kanker maka ia akan meninggal.

Tak tahan dan kalut akan kata-kata anak laki-laki tadi dia pergi ke rumah sakit dan menemukan ibunya terbaring lemah, pucat di kamar rumah sakit, dia tak berani mengungkapkan rasa penasarannya dia tahu sepertinya ini bukan saat yang tepat.

Beberapa hari kemudian Ibunya kembali ke rumah dan ketika sedang merapikan barang-barangnya anak kecil itu menyela dan bertana apakah ibunya akan meninggal. Ibu itu menjawab kalaupun ia harus meninggal maka ia tetap akan bisa melihat anak itu di manapun ia berada dan melindunginya dan dia juga berkata, dia akan menjalani kemoterapi dan kemungkinan kanker itu bisa hilang selamanya dan bisa hidup normal lagi.

Suatu hari saat anak kecil itu bersama ayahnya dia bertanya kanker itu apa. Ayahnya menjawab dan bercerita tentang bubur manis:

Suatu ketika ada seorang anak mendapat hadiah berupa panci, bila orang menatakan pada panci ”Panci kecil memasaklah!” maka ia akan emasakkan bubur manis sebanyak orang dapat memakannya. Suatu hari datang ibu anak itu ke rumahnya dan merasa lapar dia berkata pada panci kata ajaib tadi dan panci itu mulai memasak tapi ibu itu lupa kata ajaibnya maka panci itu terus memasak hingga memenuhi rumah dan keluar dan menyebar ke rumah-rumah orang lain, anak itu pulang dan berkata ”Panci kecil berhentilah!” itu kata ajaibnya, panci itu berhenti memasak. Orang-orang yang mau masuk ke rumahnya terpaksa harusmemakan bubur manis itu sampai habis.

Anak itu tahu apa yang akan dikatakan ayahnya, kanker itu terus bertambah dan tumbuh dan ayah itu berkata, tergantung dokter yang dapat menemukan satu kata ajaib di antara kata-kata ajaib yang lain, terkadang dokter juga bingung, maka semua kata ajaib seperti obat, kemoterapi, penyinaran dicoba semuanya.

aat ia mengobrol dengan temannya, temannya mempunyai usul untuk membuat seorang ”MALAIKAT PELINDUNG” untuk ibunya mereka pun membuatnya denagn meggunting bantal sofa dan mengelem kertas-kertas sehingga rumah itu tampak berantakan sekali. Ibu anak kecil itu pulang dan melihat rumahnya kotor sekali, dia marah dan menyuruh pulang dua teman anak kecil itu pulang dan menyuruh anak kecil itu untuk membereskan rumah.

Anak itu marah, ia malah menginginkan ibunya meninggal saja. Tiba-tiba malaikat pelindung itu bicara. Dia meyebut nama anak kecil itu. Anak kecil itu mengatakan yang sejujurnya bahwa ia ingin Ibunya meninggal, malaikat itu berkata bahwa ini bukan hari yang baik untuk ibunya, dia baru saja mendapat kemoterapi, dia capek, kemudian malaikat menyuruh anak itu untuk bersabar sedikit nanti ibunya pasti akan tahu.

Ayah itu pulang dan menemukan anak itu menangis setelah anak itu menceritakan apa ang terjadi, maka ayah membawanya ke kamar ibunya dan ibunya juga sama menyesalnya dengannya. Hari natal semua rambut ibu itu sudah tak ada lagi toh mereka tetap merayakan tradisi keluarga, mengundang banyak orang. Ibu itupun medapat seorang ”MALAIKAT PELINDUNG” dari anak itu dan anak itu medapat sepatu luncur dari bibinya.

Hari bermain ski tiba anak itu pergi bersama ayahnya karena ibunya capai habis kemoterapi dan anak itu merasa berbeda sekali dengan bisanya karena biasanya ibunya yang bersamanya dan ayahnya hanya berjalan-jalan di pinggir danau.

ni hari terakhir kemoterapi ibunya. Beberapa hari kemudian Ibunya sudah mendapat rambutnya kembali dan hiasan-hiasan binatang di atas kue ulang tahun anak itu sudah kembali.


*TAMAT*

Tidak ada komentar: