my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Selasa, 29 April 2008

agh..SUSUR PANTAI 2008 atas nama Vachera

Tgl: 29-30 Maret 2008
Membuka sisi baru Baron-Kukup

SUSUR PANTAI

Perjalanan

Kami baru berangkat meninggalkan SMADA pukul 5 sore dan pergi ke rumah Pembina kami, Mas Dandon (Mas Danar Dono)
Yah……..
Sampai di sana minum milk tea apa tuh? Nggak tahu, tapi rasanya enak kok. Sholat bagi yang beragama Islam, terus makan BAKSO. Dan sesuai kesepakatan:
Aku diboncengin W-orang kontroversial
M ----//---- G-orang kontroversial
I ----//---- Mas S-orang kontroversial
A ----//---- Mas F
T ----//---- Mas Dandon
F ----//---- Mas T
Ma----//---- Mas D
V-orang kontroversial----//---- Mas B
Dan Mas Fr sendiri deh

Kita berangkat, walau yang lain pake mantol, kan hujan, W gak mau…payah.
Trus sampai di Wonosari, klebes (basah kuyup)
Dan berhenti di penjual rambutan, akhirnya W mau pake mantol juga. Tapi habis itu perjalanan tak diduga MEDENI nanjak, hujan deres, kelak-kelok dan banyak belokan tajam, kalau yang mboncengin gak ahli...tau deh.
Tapi ya itu..... G gak kuat – pusing, muntah-muntah berkali-kali, akhirnya M yang mboncengin G , tukeran. Cewek gitu mboncengin cowok, JEMPOL deh buat M, Keren di sikon kayak gini lagi.trus kita nglanjutin perjalanan.Yah aku juga sempat aneh sih… di tanjakan ke-aku gak tau keberapa motorku parah jeglak-jeglek dan tapi akhirnya bisa juga walau panikku bukan main, Tanya ma W ber x-x,’’W, aku turun ya!” tapi ya W gak ngijinin.
Trus kita sampai di warung, minum, istirahat dulu sebentar, habis itu kita jalan dan memulai perjalanan. Jalan pertama kita naik bukit-lebih tepat tebing karang. Bukitnya dipenuhi dan ditumbuhi pandan tajam, daunnya gak boleh dipegang. Aku gak bawa sarung tangan dan senter---Cuma kena 2 goresan kecil di tangan. Berhenti di pos atas sebentar, trus nglanjutin lagi kurang lebih 2 X G jatuh, tapi akhirnya aku tolongt rus kita jalanterus, tadinya bingung juga Mas Dandon ambil jalan , katanya sih karena pandan kebanyakan dan perlu dipangkas jadi ketutup jalannya, ya, ada benernya juga, pandan sama orang , lebih tinggi pandannya coba. Hrrr….
Kita jalan di atas karang licin trus di karang dan di bawah cliff dan petir malam itu bener-bener nyambar-nyambar tapi akhirnya sampai di KUKUP, kita ndiriin tenda/Dum 4 buah dan cukuplah buat kita semua, aku sau tenda sama M dan Ma.

KUKUP


Waktu pagi harida aku bangun dari perjalanan SUSUR PANTAI pada malam hari itu. Malam yang sangat spektakuler, pikirku. Aku memakai bajuku kembali, ,elipat SB (Sleeping Bag)ku dan mengajak temanku (Ma) keluar Dum dan aku meleyangkan pandang kea rah selatan, aku merasakannya…
Angin yang pernah akrab berdesir membawa pasir pantai
Kuciumi wangi bau asin yang kukenal.
Aku melangkah, berjalan dan membiarkan diriku berlenggang mengikuti bau asin dan rasa akrabku.
Ku buka mataku, dan di sanalah tempatnya....
Pantai, laut yang begitu kontras dimataku, di situlah kulihat satu karunia yang pernah akupun kadang melupakannya.

Warna Hijau bening kemudian membiru dengan sendirinya ke laut bebas. Karang dan gempuran ombaknya. Cliff, Dome serta dataran-dataran yang memebentuk dengan sesempurna yang bias dibayangkan.
Tapi itu tak pernah hanya menjadi hanya sebuah bayangan saja, dari timur dan terlihat dari atas jembatan, warna pucat kemerah-merahan kemudian menguning dan datanglah, ia, Dewa Cahaya.

Daritempat itu pula, jembatan dan pos di atasnya, terlihat patahan-patahan dari tebing sekitar pantai, pohon-pohon, lumut hijau, pasir putih, buih-buih laut, perahu nelayan di laut dalam dan burung serta semburat-sembuarat cahaya menembus awandi langit biru.

Kalau kita turun kita mendapat pasir pantai itu. ..ugh. Kerang-kerang, ikankecil-kecil, kepiting kecilberlarian, rumput-rumput laut, bintang laut, dan ekosistemnya yang ada, wah….

Walau harus kuakui tempat ini beruba, berubah sanga tajam, tebing tinggi dari beton yang dibangun untuk menghindari gempuran ombak, kios-kios hanya dua yang terlihatdi dekat pantai…Pengunjung yang hanya beberapa yang terlihat. Tebin/dataran tinggi yang terkikis ombak sehingga berkurang banyak. Karang/ krakal yang juga berkurang atau hampir tak terlihat. Binatang-binatang laut yang berkurang jumlahnya dan jenis-jenis ang kebanyakan punah.

Mungkin ini takdir, atau apalah namanya, tapi cukup memukul hati pantaiku. Lutku yang bagai emas ini…. Darah dari dunia.
Sepertinya baru delapan tahun selanku mengujungi tempat ini, tapi ternyata sekitar 50%nya berubah .
Hanya begitukah nasib-Nya-nasib karunia-Nya, nasib ciptaan-Nya sendiri, berubah seketika.



BARON

Selesai Kukup mendaki berbalik satu bukit dan sampailah di Baron kembali…

Tempat itu …ternya lebih tak kukenali lagi.
Air ang mengeruh. Perahu nelayan ang hanya tertambat dan tak beroprasi lagi. Pengunjung yang tak berani menyentuh airnya dan tak adayang memancing ikan Pedang.
Jarak tebing pantai yang melebar. Warung dan kios yang malah berumpuk di luardan sampah yang aku tidak tahu apa bias ditampung perusahaan daur ulang atau tidak.
Kolam kecil yang sekarang musnah entah ke mana.
Berubah…..ya…berubah. Pantaiku berubah. Apa semakin tua dan renta. Pantaikuini, apa tak ada semangat untuk pantaiku dan teman lamaku. bahkan di sini aku tak melihatstu spesiespun yang masih hidup yang merupakan bagian sesungguhnya dari pantaiku ini.

PULANGNYA???

KESASAR MA W…..
HIX….




Tidak ada komentar: