my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Selasa, 29 April 2008

Sebenarnya kalau mau jujur, knapa aku milih ekstra Vachera???

1) Aku ngrasa itu jalanku dan itu diriku sebenarnya karena kalau bukan di situ aku gak bisa meluapkan lebih dari jalanku itu sendiri.

2) Emosi dan seluruh pikiranku ada di sana semua petualanganku terhadap dunia, ada di sana.

3) Aku bisa berbagi dengan semuanya di situ. Semua beban-beban dan marahku, karena aku tahu aku punya emosi yang berlebih.

4) Aku=ibuku

5)membagi waktuku dengan seimbang antara otak dan fisik.

6) KARENA:
AKU INGIN
KARENA:AKU PUNYA KEINGINAN
DAN AKU INGIN.

Hidupku dan petualanganku, semua ceritaku yang tak akan pernah tergantikan di situ tempat masa mudaku tumbuh.dan membentuk sosok hidupku. 


 KETIKA:

Aku berontak dan gak bisa diam saja.
Aku diam saja dan tak mau berkata
Aku mogok melakukan apapun
Aku menuntut kehendakku
Aku ingin diriku sendiri
Aku mengeluarkan kekesalanku.

SAAT ITU,akan ada:

Orang yang berpikir
Orang yang berusahamemahami
Orang yang belajar
Orang yang khawatir dan cemas
Orang yang mendobrak
Orang yang luluh

AKU SUDAH TERLANJUR SAKIT.
AKU SUDAH SAKIT
AKU BERONTAK DAN INGIN DIRIKU
AKU BERUSAHA MENDAPAT KEBEBASANKU
AKU TAHU AKU BERBEDA

MEMANG BERBEDA


Katamu...
Cinta di atas segala-galanya
Cinta itu tak akan pernah pergi bila tak diusir
Cinta tak akan ke mana
Cinta gak mungkin dipisahkan
Cinta itu hanya kamu
Cinta tak memandang apapun

itu katamu....

ketika akupun akan berkata serupa waktu itu

tapi sekarang
Kamu berbalik...
kamu sendiri yang mengkhianati cintamu
kamu sendiri yang melawan kata-katamu
kamu yang melarikan diri dan menghindar.

dasar...
ternyata masih kecil
ternyata memang masih belum bisa bertanggung jawab
ternyata akupun tahu kamu gamang
ternyata aku lebih dewasa dari kamu.


Siapa sebenarnya aku?
                               Sampai membuat orang tuaku bingung


Apa aku masih memiliki sifat mereka?
Apa aku masih serupa dengan mereka?
Apa aku punya kegemaran yang sama?
Apa aku sedarah dengan mereka?
Apa aku punya pemikiran yang sama?
Apa aku bagian dari mereka?
Apa aku berkekuatan sama?

Apa aku orang yang berbeda?
Apa aku bukan darah daging mereka?
Apa akun bukan buah hati mereka?
Apa aku bukan anak mereka?
Tidak.TIDAK ada dan tidak. Aku tetap bagian dari mereka apapun bentuknya

Jadi, mengapa orang tuaku bingung.
Mengapa mereka harus bertanya mengapa.
Mengapa mereka harus berpikir 2 kali.
Mengapa mereka ragu.

Akupun tumbuh
dan aku ingin kehidupanku
akupun walau sama
punya khasku yang tak bisa dirubah
Akupun punya pendirianku yang tak pernah bisa di ubah.
karena aku adalah aku
dan orang tuaku adalah orang tuaku.


2 komentar:

cihoy mengatakan...

Embusan angin diwaktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
jangan tidur kembali
mintalah apa yang sungguh sungguh kau inginkan
jangan tidur kembali
Carilah apa yang sungguh sungguh ingin kau temukan
Jangan tidur kembali
Berjuanglah untuk sesuatu yang pantas kau perjuangkan
Jangan tidur kembali
Dapatkan sesuatau yang layak kau dapatkan
Jangan tidur kembali
Orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
Tempat 2 dunia bersinggungan
Pintu itu terbuka lebar
Jangan tidur kembali
Bukalah jendela pikiranmua
Rentangkan sayap imajinasimu
Terbangkan seluruh dirimu
Reguk kekayaan masa depan mu
Lejitkan potensi unikmu
Meski kita tahu..
Kita adalah seorang muda yang tak bisa tahu bagai mana orang tua berpikir dan merasa
tetapi..
Orang tua salah
Jikalau mereka melupakan
bagaimana rasanya menjadi anak muda

aqua mengatakan...

sekarang tanggal 3 agustus 2010 aku ngliAT-ngliat lagi blog ku dan sampai postingan lamaku yang ini aku ngliat komenmu.
bener banget kalau berpikir bahwa ortu memang punya masa muda tetapi ternyata memang berbeda keadaan waktu ortuku muda dan aku muda. dulu ortuku gak punya waktu sebanyak sekarang seperti waktu yang sudah kuboroskan. Dan niatku memang mengisi waktu dengan ikut ekskul. Maklum dulu ortuku mengerjakan berbagai pekerjaan rumah
sedangkan aku sudah ada pembantu. nilai-nilaiku saat itu lumayan, ranking 3 kelas sempet kusabet saat itu. Aku sombong dan ingin mencoba hal yang diluar kemauan ortuku. Aku sadar bahwa aku tidak dapat bekerja seperti mereka untuk hal-hal tertentu aku malas dan tidak di pukul atau ditendang seperti ketika ibu kandungku masih ada.
Masa kecil mereka terdidik untuk bekerja keras tapi bisa juga sepuluh anak mbahku dapat gelar sarjana.
Aku baru sadar yang diinginkan orangtuaku mbok ya rajin membantu orang tua bukan untuk buang-buang uang. mereka berpikir ekskul yang satu ini hanya untuk membuang-buang uang dan mereka merasa potensiku dan bakatku kurang digali di sini sama dengan perkiraanku bahwa:
aku tidak tau arah
harus ada yang nemenin
tidak bisa sendiri berkeliaran
butuh macam-macam peralatan
capek
tapi positifnya:
aku punya pengalaman
aku punya cerita
aku punya kekuatan fisik yang dilatih
tubuhku ramping saat itu
berbeda dengan sekarang : aku hanya bisa menyadari aku belum total dalam melakukan sesuatu dan hanya bisa 'menyadari dan merenungkan'
aku ingin lebih