my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Jumat, 11 Juni 2010

Antara Aku dan Ayahku

Ini seharusnya menjadi postingan masa lalu saya, Ini adalah kejadian masa sekitar smp saya ketika ibu kandung saya sudah meninggal:

Entah orang ini memahami kerapuhan anaknya atau tidak saya tidak tahu tapi saya sadar ternyata memang ada yang lebih berharga dari pada saya sendiri sebagai anak pertamanya. Bahkan ketika saya memposting betapa berharganya keluarga ini di mata saya, adik saya meresponnya dengan sedikit tidak menghargai apa yang saya tulis bahkan tersentuhpun tidak sepertinya (atau mungkin belum baca tulisan saya hanya melewatkan tulisan saya yang menurutnya amburadul). Dalam tulisan di facebook yang saya masukkan dalam klub ‘catatan’ saya menge-tag ibu tiri saya, ayah saya, dan adik saya (oh lupakan apa yang dilakukan adik saya) saya menyadari mengapa orang tua saya melarang saya ikut sebagian kegiatan yang saya ingin lakukan, saya menyadari bahwa mereka melarang saya mengikutinya karena dipikir terlalu berbahaya seperti salah satu ekskul yang saya ikuti yaitu pecinta alam yang hobinya naik gunung, arung jeram dan sebangsanya, beberapa orang yang membaca tulisan ternyata tersentuh dan menyukai catatan bahkan memberi comment pada catatan saya, sebagian keluarga besar dan teman-teman saya di sekolah. Tetapi ternyata ada comment dari seorang teman saya bahwa yang seharusnya minum obat bukan saya tetapi (dalam chat di fb) dia bilang ayah saya.

Pernah suatu hari yang dingin sewaktu hujan lebat mengguyur kota jogja dan saya sekeluarga dengan adik yang sedang sakit dan ayah saya saja di rumah(kebetulan waktu itu saya belum punya ibu tiri) saya bercakap-cakap berdua saja dengan ayah saya, beliau dengan gamblang dan terbuka bercengkrama dengan saya, beliau kemudian bilang bahwa “Bapak lebih sayang adik kamu daripada kamu.” Dan secara sadar saya diam saja menyadari kekalahan saya dimata ayah saya dan dibanding adik saya, saya juga sadar bahwa di depan ayah saya terlihat baik dan sehat serta mampu mengatasi semuanya bahkan saya jarang sakit. Saat ini detik ini saya mengetahui bahwa saya tidak lagi sehat dan saya membutuhkan perhatian juga dan saya sebelum menulis ini jiwa saya sedikit terganggu. Dan detik ini juga saya mbrambangi sambil menulis ini. Tapi beberapa bulan dan tahun ketika saya mendapatkan ibu tiri beliau mengerti sedikit keadaan saya yang tidak boleh begini begitukan, ibu tiri saya mengetahui bahwa saya pernah digoblok-goblokkan ayah saya karena saya tidak dapat mengerjakan fisika waktu itu walau saya mendapat ranking satu di smp padahal yang lain dapat dikatakan lebih tidak bisa daripada saya (maklum beliau lulusan S1 fisika). Perlahan namun pasti beliau mengetahui saya timpang dengan keadaan saya sampai saya sakit dan dibawa ke psikiater waktu SMA, menurut orang tua dan keluarga saya itu diakibatkan karena saya terlalu banyak aktivitas diluar jam sekolah. Sehingga saya menulis catatan di facebook tentang betapa bersyukurnya saya bahwa orang tua saya menginginkan yang terbaik untuk saya.


Saya rasa itu sudah cukup, saya tidak tahu sekarang yang mana yang lebih disayang ortu terutama ayah saya, saya tidak peduli berapa persen mereka menyayangi saya, yang penting mereka juga menyayangi saya dan menyadari bahwa saya membutuhkan mereka.

Tidak ada komentar: