my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Selasa, 08 Juni 2010

cerita masa ERRORISME

Karena liburan dan diary ku udah kututup untuk tahun ke tigaku di SMADA maka aku menulis di lepi hari selasa, 8 Juni 2010 pukul….. (sek tak liat sek) oh ya,3:57 siang.

Kuceritakan suatu masalah ketika aku sakit. Aku mengalami gejala errorisme, kenapa aku sebut begitu karena tipe-tipe yang mengalami sesuatu sama denganku akhirnya beranjak gila, serius ini gila beneran. Bahkan sampai aku bilang ke keluargaku “Nanti kayaknya aku sampai masuk PAKEM deh.” Begini curhat pertamaku sama dokternya atau psikiater :

Dokter: baik kamu mau cerita apa?

Aku :weh, gak tau

Dokter: terus ngapain kamu ke sini?

Aku: ya gak tau, tadi pokoknya ibu nyuruh aku ninggalin pelajaran terus ke sini

Dokter: ya sudah, apa yang kamu rasakan saat ini?

Aku: biasa saja

Dokter: pernah jatuh cinta?

Aku: pernah

Dokter: pernah punya pacar?

Aku: pernah

Dokter suara lain: saya tidak tau kamu

Dokter: berapa? (membenahkan kacamata)

Aku: Satu (sedikit tersinggung)

Dokter: terus sekarang?

Aku: jomblo

Dokter: kenapa putus?

Aku : ya ditinggal, dia sudah punya yang lain (hatiku mencelos ketika mengatakannya)

Dokter: apa yang kamu pikirkan saat ini?

Aku : kenapa semua nilaiku gak bisa seperti dulu lagi, knapa aku jatuh pada ranking
terakhir di kelasku

Dokter: menurutmu kenapa kamu bisa begitu, apa kamu jatuh cinta?

Aku: ya aku jatuh cinta , tapi gak biasanya aku sampai down begini tapi sayang rasa
berdesir itu gak ada lagi (jawabku jujur sekali)

Dokter: selain itu apa yang kamu pikirkan?

Aku: kayak banyak yang ngomongin aku seperti di sadap terus orang lain bisa tau pikiranku dari mana (kemudian aku menunjuk cewek yang nangis di depan psikiater yang lagi menanganinya, dia duduk di blakangku agak jauh dari pintu) tuh, kayak dia , dia tau apa yang bakal aku lakukan dengan pikiranku.

Cewek itu: huhuhuhu, nilai saya hancur semua, ranking saya jelek, rapot saya jelek…huhuhuhu hix

Aku: tuh kan dokter…mereka tau apa yang saya pikirkan.Mereka niruin saya. Tapi mereka lebay

Dokter: jadi kayak ada semacam antenna yang menyiarkan ke orang lain apa yang kamu pikirkan?

Aku: persisnya tidak seperti itu , kurasa ada ilmu khusus dokter. Dan ini berhubungan dengan genk di sekolah saya

Dokter: ilmu seperti apa?

Dokter suara lain: saya tau itu N******

Aku : eh salah ding dok, anggap saja memang ada seperti antenna yang menyiarkan semua pikiran saya, karena saya seperti artis sekarang bisa berbicara dengan televisi, dan tokoh di televisi itu menanggapi perkataan saya sama kadang orang lain bisa berbicara di otak saya.

Dokter: jadi kamu bisa berbicara dengan televisi?

Aku: bahkan saya bisa berbicara sama romo yang lagi khotbah dokter.

Dokter : (seraya mencatat di notesnya) apa ada pikiran yang lain?

Aku : kadang saya gak isa konsentrasi kalau guru nerangin, saya malah tidur.

Dokter: kalau begitu tidak ada masalah dengan tidur kamu? Kamu bisa tidur kalau malam?

Aku: ya…seperti manusia , tetep bisa tidur malah tidur awal, soalnya dulu tidurnya jam 2-4 pagi baru tidur buat nglembur tugas.

Dokter: oh bagus. Coba kamu berteman lebih banyak…

Aku : (menyela) oh iya dokter temen saya pada jauh dari saya, mereka ninggalin saya, kayaknya karena di sadap deh semua jadi kayak gini. Waktu ke sendang sono aja semua di blakang saya pada mbicarain saya. Mereka nyindir-nyindir saya dokter bahkan saya dengernya dokter juga punya dua suara. Ada lagi kalau malem tuh bangun-bangun kringetan semua kayak ada yang meraba-raba tubuh saya sekarang kalau saya tidur di kamar tidur saya dan jendela tidak dikunci serta pintu juga gak dikunci saya diraba-raba

Dokter suara lain: yang terakhir meraba kamu A******

Dokter: siapa kira-kira yang melakukan itu? Apa temanmu?

Aku: iya kayaknya dok, teman sekelas saya 3 orang

Dokter: ada yang kamu rasakan ketika diraba?

Aku: saya nggak sadar no dok, Cuma kadang-kadang saya sadar sedikit lalu liat sosok teman saya kemudian saya kembali tidur.

Dokter: ada keluhan lain ?

Aku: eh tadi kayaknya kita gak punya bahan pembicaraan kok jadi saya curhat ya..

Dokter: saya sarankan kamu ikut mudika untuk mengisi kegiatan kamu dan bersosialisasi sepertinya kelas tiga kamu tidak sibuk ya…?

Aku : Cuma pensi kok. Saya harus belajar keras karena nilai-nilai saya di ambang kematian

Dokter: syukurlah kamu sadar. Ada keluhan fisik?

Aku: tidak dok, saya sehat. (terlalu PD)

Dokter: iya saya lihat kamu langsing, berat kamu berapa?

Aku : 48-49 dok tinggi 160(waktu itu emang segitu)

Dokter: ada yang lain?

Aku : (geleng kepala)

Dokter: sudah selesai, saya mau berbicara dengan ibumu skarang.

Aku: makasih ya dok. (pergi dari tempat itu. Cewek tadi udah di luar dan udah gak nangis lagi)

Sekian curhatku dengan dokter, berangsur-angsur setelahnya aku dibawa 2 bulan atau sebulan sekali (ketika obatnya habis) ke RS.Sardjito dan bertemu dokter itu, tentunya kadang dokter yang ada saja yang menanganiku, tapi sekarang obatku sudah dikurangi dan tinggal satu obat wajib sehari sekali, kata dokter aku sudah membaik dan semakin lama suara-suara di otakku serta segala macam fantasi dan rasa berkeringat ketika bangun tidur sudah tidak ada lagi. Dan yah…..apakah itu fantasi semata atau yang kualami sebenarnya pun aku tak tahu aku hanya tahu aku dulu begitu sampai memohon kepada orangtuaku dirujuk ke psikiater. Aku tidak bohong . Dan salah satu dari 3 orang yang ‘meraba’ku dengan inisial D sebenarnya adalah cinta pertamaku dan entah itu sebenarnya atau tidak aku merasa pernah diputuskannya secara tiba-tiba, itu saja menurut suara lain salah seorang temanku.

Tidak ada komentar: