my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Minggu, 03 April 2011

mimpiku sebenarnya sama kayak Ibu

Entah seberapa bodoh aku, tapi aku menggunakan kesempatan libur 2 hari bukannya belajar untuk besok waktu ujian fisiologi hutan tapi malah nge- kompi dan baca Novelnya Alley Carter - Gallagher girls part 1 (karena part 2 n 3 udah lunas aku beli) .

Emang sih aku akui kalau hobiku baca novel nggak pada tempatnya, contohnya saat waktu luang yang bolong-bolong dan nggak ada kegiatan apapun dan free from test aku malah tidur-tiduran kayak yang dibilang temenku 'bernard bear'. Malah pada detik-detik terakhir menuju UTS ini malah Ngamplas bareng sekeluarga dan baca-baca Novel yang barusan dibeli di Amplas. Untung aja orang tuaku nggak ngambil pusing tentang aku yang bakalan UTS besok dan nggak ke Gereja Minggu ini karena hujan. Faktor aku nggak digencet kayak anak-anak lainnya yang narget IP berapa yang harus didapet membuatku bebas melakukan apapun yang aku suka.

Tapi jangan salah loh, 2 minggu sebelum ini aku udah baca-baca dikit si Fisiologi Pohon ini, karena khawatir bakalan ada kuis, walaupun ternyata gak jadi juga. Tapi besok! besok itu UTS. OMG dan itu gak ada kata 'gak jadi' UTS kecuali ada bencana alam, atau soalnya belom dibuat, itu sih gak mungkin banget. Jadi kenyataannya, kalau aku udah mepet sama acara besar kayak UTS ataupun UAS bahkan UAN (waktu SMA, SMP, SD) aku bakalan berpura-pura tidak peduli dan malah melakukan apapun yang aku suka, contohnya menulis (Ini bukan berarti aku gak khawatir akan hari esok loh ya, walaupun sabda Tuhan yang aku ingat 'janganlah kamu khawatir akan hari esok, karena hari esok punya kesusahannya sendiri').

Aku nulis sepucuk surat buat Ibu di Surga di diary hari ini, tentang mimpi-mimpi Ibu dulu yang pingin anaknya 'terlihat' dan 'bersinar' (tau kan maksudku). Dan kenyataan yang ada bahwa sekarang aku 'tidak terlihat' dan 'tidak bersinar' setelah aku ditinggal Ibu.

Bapak dan Ibu tiriku menginginkan aku fokus di bidang yang aku tekuni ini saja, Bapak menuntunku 'terlihat' di lingkungan katholik dan Ibu tiri ku memang membebaskanku untuk berkreasi seperti membuka peluang usaha dan sebagainya tapi fokus tetap pada pendidikanku. Padahal dulu Ibuku (kandung) berusaha menembus kesenian sebanyak mungkin, seperti tari dan musik (organ dan vokal) supaya aku 'bersinar' di sana.

Tahu nggak, aku nggak pernah lupa juga mimpi Ibu yang pingin aku jadi PASKIBRAKA dulu, yang pingin aku ngiringi pada saat kor di gereja (yang sebenarnya pernah kulakukan waktu SMP dan aku menghancurkan paduan suara teman-temanku di gereja) , yang pingin aku juara di bidang bahasa (cuma Bahasa Inggris doang aku pernah ranking 26 se nasional itupun saat aku masih sama Ibu dan second best speaker pada satu pertandingan lawan SMA N 5 Yogya saat aku SMA), yang pingin aku bisa jadi penari yang bawa nama Indonesia ke luar negri seperti eyang putri ku.

Tapi yang terlaksana nggak pernah maksimal kan? liat sendiri kan dari hasil yang kutulis di atas bahwa aku menjadi berusaha 'terlihat' dengan payah. Dan aku berhasil 'terlihat' dengan 'payah'. Bukan semua salahku yang kusebutkan di atas tapi aku dulu memang nggak ingin 'terlihat' seperti waktu penarikan Canti (ya aku berhasil jadi calon tonti waktu SMA) tapi aku hari berikutnya berbohong bahwa aku Canti pada kakak angkatan. So, sepertinya aku memilih 'terlihat' dengan caraku sendiri.

Setelah itu aku menutup suratku dengan menyatakan 'I am ready to face the challenge, whatever it is.' Dan aku udah janji bahwa ketika mereka membuka pintu buatku bergabung sama mereka, aku akan masuk dan nggak akan nglewatin kesempatan untuk 'bersinar' lagi. Karna aku udah yakin Ibu di sini terus sebenernya bersama kluargaku.


-wikan-

2 komentar:

dinaaa mengatakan...

semangat ^_^

aqua mengatakan...

yo'i Din \m/ YEEEAAAAHHH :D