my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Senin, 23 Mei 2011

apalah aku tanpa mereka - karena cinta itu sempurna - a novel based on true story

'Ketika aku besar nanti aku ingin jadi dokter'
gini nih, anak kurang gaul dari jaman bahula sampai jaman sekarang, apa-apa pingin jadi dokter, padahal banyak pekerjaan lain selain jadi dokter.

Aku dulu waktu sekolah minggu ditanyai hal yang sama 'Besok gede pingin jadi apa?' Aku jawab 'Ilmuwan'. Hanya itu yang terpeta riil di benakku saat usiaku 5 tahun, karena Ayahku seorang ilmuwan.

Ketika usiaku empat SD aku ditanyai lagi dengan hal yang sama 'Besok gede mau jadi apa?' Dan aku jawab 'penulis'. Kenapa? karena karanganku selalu dipajang di MADING sekolah, dan Ibu bangga padaku, sebelum akhirnya Ibu dipanggil Tuhan.

Setelah Ibu meninggal, aku kelas 6 SD dan sedang gemar mengerjakan ULTRA (Lembar Kerja Siswa) dan di halaman depan ULTRA ada isian identitas. Salah satu yang harus kuisi adalah 'cita-cita:', aku menengok punya Cahyo (sahabatku dulu) dan mengisinya dengan 'dokter'. Aku mengisinya dan kutulis 'Guru'. Waktu itu aku bersumpah akan melanjutkan pekerjaan ibuku menjadi guru.

Itu hanya sebagian masa kecilku, tentang cita-citaku. Aku hanya ingin bertanya pada Indi 'Sebenarnya apa cita-citamu masa kecil?' hingga kamu bisa menulis dan menjadi seorang fashion designer.

Nggak. Indi gak harus jawab, aku baca buku 'karena cinta itu sempurna' dan di situ ditulis kisah Indi dari kecil ketika dia lahir hingga sampai saat ini. Dia nyebut-nyebut tentara dan dia ikut lomba menari dan mewarnai. Ibunya menginginkannya menjadi model. Tapi ketika besar dia menjadi seorang dengan profesi berbeda. Aku menyadari itu yang berbeda, itulah yang menunjukkan perkembangan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Ya, Indi divonis mengidap skoliosis. Dengan derajat kemiringan yang bisa terus bertambah bila tidak diterapi. Dia bisa dengan sabar terhadap penyakitnya sementara malah orangtuanya yang dulu tidak bisa menerima kenyataan kalau anaknya mengidap kelainan tulang.

Sedikit kisah dariku, Indi gak sendiri, banyak di dunia (tidak bahkan di Indonesia), sekitar kami yang mengidap penyakit yang membuat sesuatu terhambat untuk tercapai. Terhambat karena aku bisa bilang keinginan dapat tercapai hanya tertunda. Aku dulu adalah ODS (Orang Dengan Skizofrenia), aku divonis skizofrenia ketika aku menginjak kelas 3 SMA dan sekarangpun aku belum lepas dari terapi. Dengan cita-cita yang sebejibun ketika aku kecil, aku ternyata beralih ke jurusan lain pada saat pemilihan jurusan perguruan tinggi. Ibu tiriku dulu bilang 'Kalau kamu ingin jadi dokter, lakukanlah.' Sayang sekali Ibuku saat itu belum sadar bahwa perkataanku 'Aku harus ke psikiater' ternyata benar. Aku sadar penuh hanya 2 bulan sebelum UAN (Ujian Akhir Nasional). Dalam kurun waktu dua bulan itu aku mengejar semua ketinggalan dan dengan kesadaran penuh juga aku memilih jurusan yang tak terlalu banyak diminati di berbagai universitas. Dengan raporku yang pas-pasan, aku ditolak berbagai universitas swasta. Tapi akhirnya Tuhan, persis seperti sinopsis di cover belakang novel 'karena cinta itu sempurna'

'Untukku hidup adalah perjalanan,
petualangan atau cara lain Tuhan memberi
tahu aku bagaimana cara bersenang-
senang. Aku tahu Tuhan pasti menentukan
tujuan hidupku. Aku tidak perlu mencarinya.
Aku hanya harus menunggu
Ia menunjukkannya...'

-Indi-

Ya, seperti itu, aku diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Entah seberapa imposible aku dinyatakan lulus, justru pada putaran pertama dan tanpa remidi, aku dinyatakan 'LULUS'.
Sama ya kan, seperti waktu Indi jadi model kampus, sama juga kayak Kate Middleton waktu jadi model kampus :) hihi... (maksa dikit boleh kan yaaaa..)
Aku belum pernah ketemu Indi, tapi melalui karyanya, aku 'bertemu langsung' dengannya dan dia 'menceritakan secara langsung' hidupnya padaku. Ain't it such a beautiful story? Aku bangga dengan diriku yang apa adanya. Sama dengan Indi yang bangga akan hidupnya sampai ia menuliskannya sebagai rasa syukur pada Tuhan atas hidupnya yang sempurna, sesempurna cinta orang-orang disekitarnya, dan sesempurna cinta orang-orang disekitarku.

NB: Aku nulis ini karena komen seseorang yang sangat manis di postku sebelumnya, dia minta aku ikut giveaway dia Ini khusus buat Indi deh. Kamu baca aja aku udah seneng apalagi ngomen... seneng lho... serius seneng :)

NB II: link to her first giveaway

NB III: gara-gara pulsa modem habis, aku ampe bela-belain ke warnet terdekat buat ngasih 'NB' ini ...ckck... ternyata emang aku ngefans sama kamu, Ndi...

7 komentar:

dunia kecil indi mengatakan...

terima kasih, sungguh post yg indah :)

Bunda Loving mengatakan...

Nice post...
benar sekali kita hidup didunia ini tidak mungkin sendiri...

Bunda Loving mengatakan...

Nice post...
benar sekali kita hidup didunia ini tidak mungkin sendiri...culne

aqua mengatakan...

@ Indi: :)

aqua mengatakan...

@Bunda : makasih :)

vanilaeru mengatakan...

Sweet and Touchy.. :)

air mataku ngumpul di mata, tapi menolak jatuh. hehe

aqua mengatakan...

trimakasih ya :) indi pasti seneng banyak yang komentar bagus-bagus di tulisan tentang dia... :)