my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Rabu, 27 Juli 2011

Waktu Aku Laris :D #suchacrazyentry

6:22 p.m
rumah Taman dengan segala kegalauan yang menyelimuti

Itu yang di atas dan mepet kiri bukan judul lho ya... Ngg.. setelah sekian lama menjomblo dan nggak laku. Aku mau nostalgia saat ada yang ndeketin tapi nggak jadi. Dan maaf bagi beberapa temen aku yang sempet ndeketin aku, nama kalian aku samarkan biar kalian nggak setenar aku *jahat *gila *gak tau malu HAHAHAHAHA... Karena kebanyakan cerita masa SMA dan SMP ketika aku masih tenar-tenarnya dan kutilang (kurus, tinggi, langsing bukan burung loh).

1. Secret admirer pagi
Ini waktu SMA, masih ababil dan hobinya tidur pakai tank top dan keluar pakai tank top serta nggak ketinggalan celana pendek di atas lutut. Koleksi tank top ku dulu banyak warna pelangi lagi #muihgila nggak cuma pelangi, warna langit! sampai warna tanah dan mati lampu alias hitam, dari yang tulisan Hongkong sampai BEBE -_____-. Setiap pagi sekitar jam setengah enam sampai jam enam (pagi) ada yang nelpon hp dan itu tiap hari, kurang lebih percakapannya standar, kayak begini:
Penelepon : Halo, Putri (belom-belom udah tau namaku)
Aku : Halo, ini siapa? (polos, standar, pertama kali ditelpon cowok di pagi hari)
Penelepon : Amin (dia ngakunya gitu dan tidak disamarkan lagi)
Aku : knapa Amin? nggak ada yang perlu diamini kan?
Penelepon : eh, namaku Amin
Aku : Oh gitu
Penelepon : lagi apa?
Aku : ya baru bangun tidurlah! ini pagi-pagi gini tau!
Penelepon : kamu cantik deh kalau barusan bangun tidur
tuttttt tut tut*
Aku gilooo... entah ilfil sama namanya, atau kata-katanya yang gila di akhir telepon. DAN MANA ADA makhluk yang nelpon cuma mau mbangunin di pagi hari?!?!?!?!?! Nyatanya ada yaitu Amin, dan dua hari setelah menerima telpon berturut - turut pada pagi hari dari orang yang sama setelah dia mengatakan 'Amin' aku langsung mematikan hpku. Dan itu bertahan dua minggu pemirsa. Maaf Amin mungkin hatiku tidak mengamini kamu.

2. Secret admirer jam 12 malam
Ini juga masa SMA, aku lupa sebelum atau setelah si Amin. Karena jam 12 malam dia selalu nelpon, walaupun nggak setiap hari tapi berlangsung selama sebulan, pemirsa maka saya bergidik jangan-jangan ini genderuwo atau temennya genderuwo (genderuwo cowok). Saya tidak tahan dan mengganti nomer saya. Dan dia nggak pernah ngaku namanya siapa...yang jelas dia cowok, karena aku tau dari suaranya. Tapi sori aku lupa percakapannya, tapi rata-rata hanya basa-basi 'kamu lagi apa?' . Hantu itu nggak tau diri!

3. si A
sebut saja itu A, nama yang ini disamarkan karena seperti alasan tersebut di atas. Si A temen dari temenku. Argh ribet amat sih, pokoknya saat aku SMA aku masih deket sama temen smpku namanya L dan dia punya temen si A (si L dan si A satu sekolahan). Ceritanya si L mau nyomblangin si A sama aku. Padahal waktu itu aku udah punya tambatan hati, tapi aku tetep ngladenin si A ini. Pertamanya si A sms aku duluan ngajak kenalan dan bikin aku penasaran karena sehari itu si A hanya ngirim 2 sms, dan dia tau namaku Puput, dia ngasih clue dua hari setelahnya, sekolah di sekolah yang sama dengan temen smp ku, langsung cap cuss tanya si L. Si L cerita tentang si A yang lagi nyari pasangan. Ingat ya si A pakai nomer Im3 . Si L bilang si A mau ngajak ketemuan di greja yang biasanya aku sama L datengin, wah dia seagama. Okey, karena berpikiran dangkal bahwa tambatan hatiku nggak seagama tapi ada yang seagama yang ngincer aku, aku lepas si tambatan hati. Pertemuan pertama, rada bego, aku sama L duduk di luar, dia datang terlambat juga duduk di luar, tapi nggak njejeri aku sama L malahan duduk diblakangku dan segaris sama aku. Jedag jedug hell*. Dan dia bawa adiknya yang masih kecil, seumuran sd kelas satu. Ini gimana sih?!?!?!?! Jadi pas salam damai, aku duluan yang nyapa
"Jadi A ya?"kataku
"Iya..."kata A
"...."kata kami berdua dengan tangan masih tetap bertautan
"hayooo ngopo?" si L menengahi
Pulang dari gereja aku langsung cabut ke rumah L. Diskusi ala cewek. Aku jadi tau kalau si A suka tergila-gila sama cewek temen satu sekolahan L dan A dan sampai sekarang nggak bisa nglepasin pandangannya dari cewek itu. Tapi kok dicomblangin sama aku? Alhasil setelah pulang si A sms aku dengan nomor yang aku tahu cuma operator hp ku yang ngluarin nomor dengan seri itu. Dia ganti nomer kah? sepertinya tidak tetapi menambah nomor. Dia nanya si L cerita apa aja tentang dia, aku bungkem nggak mau cerita. Sehari setelahnya nol besar! nggak ada sms dari dia. Dua hari setelahnya aku berusaha ngontak dia lagi. Dari smsnya aku tau dia males, jadi aku merayu sejadinya, karena dianggap gila kayaknya dia nggak mau berhubungan denganku lagi. *buh But the story still go on. Setelah seminggu aku nyerah nggak kirimin dia teror, si L ngabari kalau dia suka sama A. WHAT?!?!?!?! Oh that's the reason why he didn't want my friend gone. Si A akhirnya sms lagi, dia tanya lagi si L cerita apa sama aku, I did the same, I didn't answer him. Seminggu lagi kemudian, aku berkunjung ke SMA nya L, dan... sahabat-sahabat smpku , yang juga sahabat L cerita kalau si A kelihatan cuma mainin si L, si A manfaatin si L buat jajain dia di kantin terus (wah kayak aku nih suka ngasih duit ke temen-temen saking polosnya). GUE MUNTAP! Aku kembali neror si A tapi sayang, si A ganti nomor, semua nomornya nggak ke detect sama aku. Dan aku hilang dari peradaban temen-temen smpku karena sibuk. Maafin aku L aku nggak bisa jadi sahabat yang baik buat kamu.

4. Tukang hasut
Aku sebut dia tukang hasut, karena kepolosanku jaman smp, aku selalu dihasutnya supaya dia dapet duit dari aku -_______-. Tapi ternyata dia kecemplung suka sama aku, whahahaahahh XD. Dulu aku naksir, entah karena begonya aku, naksir temen sekelas sendiri waktu smp yang gilanya nggak ada cakep-cakepnya. Item dan kurus. Si tukang hasut ini selalu berhasil mencuri perhatianku. Waktu aku orasi di depan kelas, waktu olah raga badminton, waktu nempelin badannya ke aku, waktu becandain aku, waktu berbisik di telingaku walaupun aku yakin aku sebel dia melakukan itu karena rasanya panas kupingku dan nggak nikmat. Selepas pulang sekolah waktu itu, waktu udah mau berpisah dengan kelas 9 F, ketika berjalan di lorong sendirian, temenku Anton bilang "Tukang hasut suka sama kamu lho Put." Tapi masalahnya saat itu aku udah nggak meduliin perasaanku lagi, aku totaly udah mengenyahkan si Tukang hasut dari hatiku karena sadar aku cuma dimanfaatkan. Tapi sayangnya ada yang mbantu Tukang hasut, lantas aku menjawab, "Aku nggak percaya sampai dia ngomong sendiri!" Setelah itu aku berlari dan pulang, itulah hari terakhir aku mendengar namanya di smp. Sayangnya Tukang hasut masih menghantuiku semasa SMA, dia mengirimiku sms - sms walaupun nggak sama sekali romantis, malah dia mau aku curhat tentang pacarku waktu itu, tapi sayangnya aku kirim sms kalau 'siapa bilang aku punya pacar, yang ada orang yang nyebai itu, mantannya sekelas sama aku' , dia menghasutku untuk menyebutkan namanya, aku jawab seadanya, 'D' (lo tau deh itu sape, secara hampir seluruh postingan SMA gue nyeritain perasaan gue ke doi melulu). Seterusnya Tukang hasut mau jemput aku ke sekolah, sori deh aku emang nolak kalau ketahuan si 'D' dan salah satu temennya, namaku bakal dicap jelek sama mereka. I didn't want it, what I did in past was trying to be miss perfect. Jadi aku jawab 'aku bawa motor ke sekolah, nggak usah dijemput'. Selesai. Eh salah, kelas 3 SMA pas aku lagi 'edun' dia nawarin jemput aku lagi ke sekolah, I didn't answer it, what I did the same as in my mind. Aku lempar hpku karena saat itu aku bener-bener muak sama cowok-cowok yang ngerjain aku dulu.

5. Persahabatan bagai kepompong merubah ulat menjadi kupu-kupu
Sebut dia kepompong. Si kepompong temen SMP ku dulu, dulu aku nggak deket sama dia dan nggak peduli mau dia kecebur sumur, di kejar orang gila, atau ketlindes buldozer sekalipun . Muah, sadis banget euy gue. 'Sori Dori Mori, neyk!' #ngondek. Tapi aku baru liat dia lagi waktu kami ngrayain Tahun Baru bareng .........
.....

....
sama temen-temen smp yang lain. Sejak pertemuan kami kembali di situ, dia terus ngirimin aku sms. Pertama-tamanya dia nyebut aku dengan Putri dia nyambung-nyambungin sama sinetron yang lagi hits ..eng salah ya, yang lagi trend di kalangan remaja. Tapi karena aku orang yang berpendidikan tinggi #muihgayabener aku nggak tau tentang keberadaan sinetron ini. Sekarang aku lupa judul sinetronnya apa. Dulu nggak tau sekarang lupa #hihi. Jadi aku nggak nyambung sama dia. Dia pernah ngajak aku main lewat sms, aku jawab ' wah aku nggak free'e' . Padahal saya kosong pemirsa. Terus seminggu kemudian, temenku yang merupakan temen kepompong sms aku 'sekarang pacarmu siapa put?' , aku jawab 'wah lagi kosong nih' . Parah, nggak sampai sejam kepompong balik sms aku, 'udah ke sekaten belum, ke sekaten baren yuk, aku jemput deh, aku bakalan minta ijin sama orang tua kamu, kalau malem' , aku jawab ' aku udah ke sekaten sama adikku' bohong lagi, aku mau dikate ape kalau ogah bakalan melakukan berbagai jurus kebohongan. 'ya kalau gitu maunya ke mana?' sms ini yang akhirnya nggak tak bales. Sampai sehari setelahnya kepompong ngirim sms lagi dengan kata-kata apa aku juga lupa yang jelas dia nyatain cinta dan nembak aku, APAKAH AKU MAU JADI PACARNYA?!??!?!. Dan aku jawab 'sori, aku pikir kita temenan aja'. Aku nggak inget dia bales sms itu atau enggak. Kisah Kepompong (yang Nggak Pernah Jadi Kupu-kupuku).

Sebenernya itu sedikit cerita aja sih yang pedekate dan nggak kejadian sama aku. Jadi.. jadi.. nggak ada hikmah dari postingan ini. Eh ada ding, pesan moralnya : Kalau kamu emang nggak suka, jangan takut untuk bilang tidak.

Senin, 25 Juli 2011

there I was, looked at you all playing excited

5:45 p.m
depan meja belajarku rumah Taman
ini diary ku hari ini

Ehm... tadinya mau posting jam satu-an di warnet tapi entah mengapa setelah lihat foto profil seseorang di fb jadi nggak minat dan jadi buntu. So .. aku akhirnya posting di rumah setelah modemku balik dari kantor Bapak.

Pagi-pagi dengan rasa menggebu-gebu aku ingin merasakan masa lalu, ketika aku kecil. Dulu naiknya sepeda, tapi aku mikir lagi, wah kalau sampai fakultas makai sepeda ... kringetnya nggrojog nggak ya? As pengalaman ke Gramedia, kringetnya bau dan njiplak di baju, aku urungkan niatku. Dan aku milih naik Trans Jogja (heh! ini Bis di Bus way, bukan seperti trans studio Bandung . LOL) Berangkat naik Trans Jogja di pagi hari emang enak, tempat duduk masih lowong-lowong, walaupun harus jalan satu kilometer ke halte tapi aku merasa lega setelah duduk di salah satu bangku trans jogja.

Setelah sampai kopma UGM karena haltenya trans jogja cuma di KOPMA jadi aku harus jalan dari KOPMA sampai Fakultas!!!! Cemungudh!!\m/ Tapi ternyata panas, pemirsa. Deket GSP (sori nih agak rendet nulisnya, aku diganggu adikku, yang ceritanya lagi kangen sama kakaknya. HUAHAHAHA. Impossible.) aku istirahat bentar sambil ngeyup. Eh nggak taunya ada yang ngliatin, si AGUS yang lagi naik sepeda. Eh dia akhirnya mbarengi aku. Well this was actually a little weird. Dia nawarin aku naik sepeda dia dan dia bersedia jalan. Tapi aku yang notabene pingin jalan, nolak (ngguaya tenan). Akhirnya kami jalan bareng, aku jalan kaki, tapi dia naik sepeda (agak terhambat lagi, adikku sampai ngasih gel Antis (pembersih tangan) ke mukaku -___- parah ini). Di jalan aku ditanyain, kenapa kok aku jalan kaki. Aku jawab, gara-gara naik trans jogja sampai kopma, ditanyain lagi, kenapa naik Bis (secara nggak biasa, aku naik bis, biasanya naik motor) karena aku tahu alesanku yang jujur bakal bikin dia mungkin nggak nemenin aku jalan lagi, jadi aku milih bohong dengan bilang, motorku dipinjemkan tetanggaku sama Bapak. XD Dia percaya-percaya aja. Ok klik sampai fakultas, aku minta dia pulang dan aku biar di fakultas dengan temen-temen kelompokku.

Wah ternyata banyak yang belum selesai. Jadi aku satu-satunya cewek yang udah fix di kantin laporannya dengan cengok. Setelah mau ngumpulin laporan, Wiwik bilang aku cewek banget (dandanannya) nggak biasanya aku pakai baju kayak tadi, aku bilang aku nggak baw motor hari ini. Eh dikira naik mobil -______-. Dia baru sadar setelah aku mau naik lift, aku bilang aku jalan dari kopma ke fakultas. Pulangnya diboncengin Kautsar ke KOPMA. Tidak seperti pagi tadi, setannya \_/ Trans Jogja penuh. Perjalanan sebentar dengan penuh perjuangan aku bertahan dari guncangan, karena aku nggak kebagian tempat duduk, dan terpaksa aku mengangkat tanganku ke atas buat pegangan handle. Setelah dapet tempat duduk, eh... Aku ngeliat ketek (ketiak, pemirsa) yang banyak bulunyaaaaaa.. *kyaaa kyaaa kyaaa (random). Jadi saran saya sebaiknya ketika mau naik bus way jangan lupa cukur rambut (ya rambut ketek lah). Walau aku tau nyukur rambut ketiak itu nggak baik dengan berbagai akibat tapi ternyata ketika tadi itu aku rasa emang perlu. Atau pakai baju lengan panjang, supaya nggak keliatan keteknya (khusus prameks dan bus way).

Arrived at home, aku berencana ke warnet, tapi terganggu kelaparan yang melanda, aku akhirnya goreng nugget. GOSONG pemirsa GOSONG! Oke, walaupun gosong, aku tetep makan. Kalau sebab yang menyebabkan kegosongan tidak usah di bahas di sini, hehe. Bikin penasaran ya? Oke, oke jangan mendesakku begitu, jangan juga ngiming-ngimingi aku dengan martabak manis mini, denger ya aku nggak akan tergoda. Tapi..tapi... oke aku cerita... itu gara-gara this is my first time buat nugget sendiri, aku nggak tau kalau itu udah mateng, apinya nggak tak kecilin dan sepertinya seperti kata Depar, apinya kebesaran. (yasud). Selesai itu aku sepedaan ke warnet... dan liat profpict yang bikin aku ke-ge-er-an (soal ini adalah rahasia pribadi) jadi aku cabut setelah setengah jam di warnet (nggak profesional banget ya?).

Pulang. tidur.

Bangun tau-tau udah setengah lima. Mandi, setelah ortu datang, langsung makan. Disaranin deh sama Ibu buat liat lomba tujuh belasan. Aku liat sendirian (ngajak Vitri, Novi, Ajeng.. nggak ada yang mau). Ya itu aktivitas kampung. Baca ya, aku itu, mau dibawa ke kota bahkan ke Jakarta sekalipun, aku bakalan tetep ngaku aku anak kampung. Aku bangga jadi anak kampung. Karena memori masa kecilku kuat di sini. Aku dulu juga ikut lomba tujuhbelasan, bantu-bantu kampung. But somehow aku lupa diri. Makanya there I was, looked at you all playing excited. Aku dulu pernah seperti kalian, pikirku saat ini. Miss it. aku merindukan masa punya teman-teman kampung. Sekarang nom-an di RT ku nggak jalan. Aku ngliat lomba itu juga di RT lain. Tapi buat jadi penggerak lagi, aku kesusahan, sama diriku yang masih nggak mau repot. Cuma bisa nulis di laptop doang. Useless, ya...

Yo wis sekian hariku. Aku harus belajar buat Pertanggung Jawaban besok.

dag...dag...dag...

Minggu, 24 Juli 2011

Potong rambut :)

BEFORE






&



AFTER






Aku potong rambut. Aku kelihatan lebih gendut dan jidat nonong jadinya. Tapi lebih baik begini. I just want to tell you, readers. I havecut my hair, and I did creambath :)
Posted by Picasa

Jumat, 22 Juli 2011

This day and its absurd



Hahah... NARSIS ABEEZZZ... itulah aku. Catat tanggalnya ya... Itu hari ini :D
Oke ini diaryku hari ini. Pagi ini aku bimbang, aku berencana pergi ke toko buku kemarin dan shopping buku. Rencananya lagi aku bakalan nggak cuma mengunjungi satu toko buku, kalau bisa dapet buku bagus di toko buku diskon.Tapi..tapi ...tapi... ternyata Bapakku merubah rencanaku (sebenernya rencananya tetep juga sih), AKU AKAN KE TOKO BUKU DENGAN SEPEDA.

Kamis, 21 Juli 2011

10 adonan terigu yang paling aku suka

Ini adalah 10 peringkat kue-kue yang aku suka baik lokal maupun mancanegara. Mulai dari peringkat satu sampai sepuluh enak semua dan sering aku makan. WELL ...KALAU LAGI PUNYA DUIT ya. Tapi gambar-gambar di bawah ini adalah hasil copas dari internet. Kalau aku sebutin sumbernya entar ketauan lagi, jadi mending aku posting sesuka hati, toh internet buat orang banyak.. (payah banget deh. Sepuluh peringkat teratas yang lagi aku suka kali ini adalah:



1. Martabak manis mini! Martabak ini aku temui ketika lagi jajan roti bakar khas Bandung, Udaknya nawarin ini sama Ibuku, harganya cuma seribu rupiah per biji, kalau tempat lain bisa seribu lima ratus sih, pokoknya aku suka sama Martabak ini dan sering aku makan malam hari, soalnya nih yang jualan cuma jual di malam hari aja.


Rabu, 20 Juli 2011

Perenunganku atas terapi awal Juli kemarin

11.59 a.m
@ Meja belajarku Rumah Taman

Aku bingung akan keadaanku saat ini … obatku udah nggak diturunin lagi sejak 5 bulan yang lalu. Dokterku bilang aku bisa lepas dari obat ini kalau udah 3 tahun. Kemudian Dokter itu menghitung tahunku berobat 2009,2010, 2011. Selesai itu, dia hanya senyum. Aku bener-bener nggak tahu maksud dokternya. Kalian pasti juga nggak tahu. Aku jadi menduga yang enggak- enggak, opsi dugaan ini bercabang juga, ini opsinya:
  1. Aku nggak bisa sembuh hingga butuh waktu lebih dari tiga tahun atau selamanya untuk tetap minum obat dengan dosis ini.
  2. Aku udah sembuh tapi dosis ini tetap dipertahankan soalnya aku masih labil serta masih menempuh pendidikan
  3. Dokternya ngira aku belum bisa pas antara perilaku ku sebagai skizofrenia person sama efek obat yang seharusnya ditimbulkan
  4. Sampai sekarang dokternya tanya ‘pusing-pusing enggak?’ , kayaknya memang bukan karena rambutku di cat merah tapi takut ada efek obatnya yang kerasa , atau mungkin pusing itu tanda sesuatu.
  5. Aku masih kelihatan sisa-sisa skizofrenia dan belum kelihatan normal betul.
Itu aja sih dugaanku gara-gara udah 5 bulan dosis ini tetap yaitu, setengah tablet (sumpah tabletnya seukuran biji jagung, apalagi setengahnya) diminum sehari sekali dan off hari kamis dan minggu. Kalau sekarang, sih aku nggak liat efeknya apa, konsentrasiku atau perilakuku. Ditanyain juga sama dokternya ‘gimana konsentrasinya?’ aku jawab ‘bagus, malah meningkat, walaupun dua nilai keluar pertama dapetnya C semua, itu dosennya yang gimana gitu.’ Dari jawabanku tentu bisa dianalisis kesalahanku, menurutku.
  1. Aku bilang konsentrasiku meningkat tapi aku nggak pernah memperhatikan dosen cuap-cuap, jadi aku nggak pernah melatih daya konsentrasiku. Dan seharusnya aku tahu bahwa aku harus melakukannya supaya aku terbebas dari obat.
  2. Ngrasa ‘dosennya gimana gitu’, iya… semua skizofrenia person tuh sensitive. Satu kalimat orang lain bisa buat ngrasa yang enggak-enggak, padahal orang lain itu biasa aja sama kita.
Selama yang kuingat aku kadang absurd dengan masa lalu, rasa kalau aku nginget seseorang yang aku suka di masa lalu udah nggak membuncah lagi, hanya tertawa sendiri ketika melihat blognya atau timelinenya yang kadang kelihatan menjurus ke aku. Aku bener-bener nggak ingat kepribadianku yang dulu. Sekarang aku sulit menjaga emosi, kalau emosi kelihatan banget, entah emosi dalam bentuk apa, senang, sedih, dll. Kalau gemes sering mijet-mijeti orang, atau manggil nama anggota keluarga dengan sebutan sesuka hati dan kulakukan berkali-kali seperti ‘Titi-titi-titi’ untuk adikku atau ‘mummy-mummy-mummy’ untuk Ibuku atau ‘pupi-pupi-pupi’ untuk Bapakku. Malah terkesan tidak jelas, karena memang aku lupa kepribadianku dulu, adikku pernah bilang ‘Kamu dulu nggak pernah kayak gitu.’ (aku tertohok). Aku merasa baik, bukan baik secara keadaan tetapi baik karena orang yang baik, aku sampai rela ke gereja dua kali untuk nganterin adikku yang nggak mau ke gereja, dan aku harus menahan tangis selama di gereja karena adikku cuma mendiamkan aku . Dan aku benar-benar harus berlatih menjaga perasaan orang lain lagi, kalau dulu waktu parah-parahnya (walau skizofrenia yang kuderita tergolong ringan) kata-kata pedas sampai keluar dari mulutku dan membuat Ibuku nangis. Sekarang enggak lagi aku menjaga mulut pedasku untuk menjaga perasaan orang lain, kalau ini kurasa akibat keadaan, karena adikku bermulut pedas. Kadang semangat timbul tenggelam dengan gampangnya, contoh aku jadi semangat olah raga setiap pagi demi menguruskan badan dan itu nggak bertahan seminggu, aku merapikan tempat tidurku setiap hari, juga bertahan tidak sampai dua minggu, kecuali.. mandi , syukurlah sampai sekarang aku masih sempat mandi dua kali sehari.

Entah mana yang termasuk ciri-ciri skizofrenia yang masih membekas, tapi aku ditawari ikut KPSI (Komunitas Peduli Skizofrenia) setelah aku bercerita aku pernah mencoba ikut gabung di PJS (Perhimpunan Jiwa Sehat) dan dinilai suportif oleh dokternya. Dokter itu bilang walaupun kita bisa bergaul dengan orang-orang normal tapi mungkin kita masih butuh orang-orang yang mengerti betul bagaimana kita. Kalau mengenai pendapat dokternya ini aku takut, takut pada orang-orang yang aku lihat di tempat rehabilitasi, mereka mengerikan dan sepertinya jauh lebih parah dariku karena mendapat penanganan terlambat. Dan itu yang dinilai dokternya salah, aku nggak boleh takut, skizofrenia sama dengan penyakit fisik lainnya sama dengan penderita gula, itu yang perlu disuluhkan pada orang-orang lain. Aku sih iya-iya saja dan menurut dengan yang dikatakan dokternya. Dokternya juga bilang kalau kambuh lagi walaupun sekali aku harus mengulang pengobatan dari awal lagi.

Bapakku jadi aware sama aku, takut juga kalau udah nggak ada keluarga dan aku hidup sendiri tapi aku tetap berdiam dengan penyakitku. Dokternya bilang ‘Kamu harus yakin bisa sembuh’. Sama dengan Budheku bilang ‘ Kamu harus yakin kamu bisa sembuh.’ Sama dengan Budheku yang lain lagi bilang ‘Yang dulu biarlah yang dulu, yang sekarang itu yang terlihat, kan? Kamu harus yakin bisa sembuh’. Karena itu, mau sampai berapa lama aku berobat, entah cuap-cuap Dokter yang berjanji berkali-kali obatnya akan diturunkan atau bilang aku akan hilang dari pengobatan suatu saat nanti, aku tetep harus yakin aku bisa sembuh.

Senin, 18 Juli 2011

many ways of communication between Father and his daughter

Date : 18 July 2011
At 2:09 p.m

This time I wanna share about real relation between Father and his daughter. You can easily guess it, of course, it is about my father and I.
Just an hour ago, my father wrote a note in facebook then tagging to me and his relation. Before someone read, I read it first, because I was the first who gave him comment. More or less He told us about inferiority, as my post below (long long ago- "I think I don't need tag a link for that, just look for it by your self"). That's how we connect each other, we use not only conversation face to face but we also use this kind of application to share what inside our brain and heart. I know you know, the magic of writing. I believe that by writing something everyday is useful to train not only our hand to type or live writing but also our brain to connect one each other and more, to do many things. It's kind of sport to our brain then our brain has experience on thinking. It's true then. It's not based on how much the capacity of our brain collected encyclopedia, I just want to share what the benefits of writing instead decrease our bad mood all day long.

Back to the earth, it's how I communicate to my father and other relation (like my sister on twitter, my cousins etc). In past when I was in SHS I sent 'something inside my mind' - my grumpy something bad... to my father. It's so transparent. Yeah it was.. if couldn't communicate with him face to face, I sent him email. Then there's nothing to worry about, one by one has knew well other person characteristic and knowing how to give response when someone do A or do B. I have ever sent my blog address to my father, and yes, he knew what I wrote. but these last decade I didn't tell him about my blog again, let it be my secret with my friends as followers.

When we did it in good way, it would be good than a harm. Like what my father and I did. We can easily communicate and be closer as father and daughter. But, it didn't decrease our time together to meet face to face. Because we live in a house. And sometimes we do recreation. We would talk about everything. Might be I am closer to my Mom than my Dad, although sometimes we shared many things through writing, but it yes, better telling by application than tell nothing.

Oh yeah, My father used email to send massage to my Mom, when she was in Australia because his phone is CDMA. So, how I am really appreciate technology because it gives changes but on how it stay exist to make we are closer. Could you imagine when we met other person from different country and doing discussion via chatting on YM, Facebook? It's been so close to the world?

Actually I don't want to share about social networking. I just want to share how my father and I get closer. I just feel so disappointed when he felt the same. I didn't like to tell him my GPA but it was a must. How could I say 'it was a must'? because I didn't like the feeling like 'there was secret between us'. I want to be transparent person, open person. then I didn't need to hide if I did wrong because They ever did the same. When I begin adult or teenager, He knows me well how I face my problems, and what kind of help that I need. IT HELPS! ladies and gentleman! Father is a big supporter to me. He is not only giving me an ice cream or chocolate, he is protecting me, and supporting me.

I am proud of him when he said "I still can't be low profile person, to do that, it's a difficult thing."
He could say it to us because he believed we could understand his personality. And yes, I am just a daughter, and sometimes I could do wrong. even be inferiority person.
That's how I face my self. He realize that he was wrong when I realize I was right, But we can also say both of us wrong or right, because we have the same blood, ladies and gentleman. So sweet?

We took many ways of communication of course, in live even through cyber space. He was the one who teach me to work both live and cyber. So, guys.. be number one daughter is one of benefits that you will be the first who gets love from your parent. Be life in both of real or even cyber. because in good way you can took many benefits. moreover you practice writing.. it's good to reach peace space.

Minggu, 17 Juli 2011

Ziarah Minggu ke Gunung Sempu













minggu ini aku ngabisin buat ziarah ke Gunung Sempu... acaranya jalan salib dan misa minggu biasa...
bedanya kali ini, cuma kami bertiga yang ikut: Bapak, Aku dan Bul. Vitri gak mau ikut soalnya naik bis KOPATA -__- yah ternyata sekali carter bisnya 300 ribu (dan aku baru tau sekarang, itupun gara-gara Bapak sebagai ketua lingkungan yang nanggung biaya).. tapi pakai duitku(aku kere sekarang)... maklum seorang Bapak 'tidak pernah punya duit'. Dan rasanya senang deh.. dalam Yesus aku bisa meredam emosiku, dalam Yesus aku selalu yakin ada jalan keluar. Amin.
Posted by Picasa

Rabu, 13 Juli 2011

Dear God, a quick letter part 2

Dear God,


How's life my Dearest God? Must be really fascinating playing rugby with my Mother, or tennis, I know my Mom loved it, and I do know you will lose against my Mom on it. Because She is the best. Me? That's what I gonna tell you.

After I came home at seventh July, I opened portal to see my scores and GPA. I wasn't lucky. I failed to get three above. I have written status on facebook and twitter that I'm dissapointed. It's not just that.

One more. I dissapointed to my family because what I saw is not what I see. What I read, what I heard, what I saw is going to be broken. I was really proud to be member of this big family. I was proud, I have many cousins. Somehow it's no longer exist.

I'm sorry for this...I knew every person might lack of something. I knew that You'd adding specialty to make it balance. In other words, I know everybody is perfect, as perfect as how You've made. Including me. You know? My aunt ever told me that You'd forgive my sins whatever it was. You've created human so perfect. You'd remind and searching the lost mankind. And she told me that our experienced of You is testimony that You are always with us.

You are there, God. I don't know how I see. But I know you are there. You are living in every person's heart. It's just sometime they don't feel it.

Every person in my family now has been closed by egoism. They are blind of money. A said money, B said money, C said money.... and I said money. I hate money!

Well..I just confuse, they can really easy talk about You but they still admit money. God, I want You remember, I'm not a charismatic person, I admit I never touch Bible, I seldom pray before sleep, I'm not really close to You even my father is one of who organize Your mankind.

One of the factors why I am really brave to write this letter because I believe in You. I trust that You'll help my family come out this problem.

God, in front of You, I'm nothing, but I believe in front of You everything could be happen, like You have cured me from skizofrenia. You were there, in my older aunt's heart to help my other aunt. It's easy to me believe that You will read my letter. This time I pray.

God, this was enough to me. I pour my words liquid to Your mind bowl. I want You read this letter. I don't think how long I'll get response. I just want You to keep our heart alive. living in You and believe in You.

Best regards,

Puput

Jumat, 08 Juli 2011

Field Trip a.k.a Kuliah Lapangan













ini lah foto KULIAH LAPANGAN dari 5-7 Juli.. ceritanya di buku diary aja ya....

lokasi: Kebumen - Cilacap - Pangadaran - Baturaden

waktunya bikin laporan max 40 lembar \m/

chayoooo!!!
Posted by Picasa

Senin, 04 Juli 2011

Aku harap kamu baca ini

aku tahu kamu buka blog ini...karena habis googling dia ya kan?

jangan ngira macem-macem.. Postingan tentang dia udah tak hapus...

kalau kamu nyari tentang dia lagi... udah nggak ada di blog ini..

aku nggak mau ngurusi kalian lagi... cukup kamu tahu aku nggak ada apa-apa sama dia

tweet kamu yang nyadarin aku, kamu mungkin agak mirip aku...

hmm..udah ya...