my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Jumat, 26 Agustus 2011

Anti, Cherry, and Me

11:22 p.m
no galau for this night
I just love Cherry

Jujur ya... ide nulisin jam di kiri ini nyonto punya Anti , dia salah satu temenku di SMA kelas XI IPA 3 (kalau nggak salah seingatku emang itu). Aku kira aku bisa nyeritain sedikit kenapa aku menyinggung dia. Seperti entri sebelum ini, aku tertarik ke seseorang. Salah satunya hidup si Anti ini so I began following her blog. Tapi aku nemuin perbedaan yang banyak dan yang perlu dipertanyakan adalah kenapa aku selalu canggung di depan dia dan sulit beradaptasi dengan dia.

Dulu aku curiga dia jealous sama aku gara-gara si D you-know-who. Entah perasaanku aja atau emang ada memori begitu, tapi berkelebat di benakku kejadian yang nggak mengenakkan di kantin kelas XI waktu itu. I just got a fool year. Dia ngejek aku di depan teman-temannya dan di depanku. Makes me so different. Aku diem aja karena takut aku mulai aneh karena sebelumnya mergoki si D di Amplas sama cewek (entah siapa). Tapi entah ini memori atau fatamorgana juga. Mereka minta maaf sama aku melalui Bondan. Lebih tepatnya temennya yang minta maaf sama aku tapi tetap di depanku. Aku kira itu aku sudah mulai skizo atau beneran nggak tau, tapi mereka nglakuin itu di depan mataku dan aku nggak sepenuhnya nangkap yang diomongin Dita, cuma omongannya Bondan yang ngasih nasehat " Buat kamu Dit, jangan berprasangka buruk sama temenmu, ngejek orang itu nggak baik, kamu juga sabar aja Ben, nggak usah main kasar."
Kalau yang satu itu kayaknya beneran deh. Tapi saat itu aku cuma bilang "AAArrgghh tenang aja, aku nggak dong apa-apa." tanpa menatap muka mereka.

Aku jadi sadar duniaku dan dunia yang ditinggali cewek-cewek anak kelasku mungkin berbeda. Mereka tergila-gila dengan kehidupan remaja. Dan aku jujur ngrasa nggak punya temen selain temen PAKSY waktu itu. Bukan juga Lina. Mereka menyukai yang aku waktu itu nggak suka. Shopping, because I had no money. Bahkan Rahma temen SMA juga terang-terangan bilang nggak bayar uang les buat shopping. Kalau aku yang shopping, aku melarikan duitnya ke toko buku. Dan it is so me, itu sampai sekarang. Tapi aku nggak pernah berpikiran jadi remaja yang nglariin duit buat shopping. Hey, I love money. Walaupun uang les dibayarkan dan kadang aku nggak masuk les, I'm sorry that's not what I want, I was in unwell condition. Aku nggak tau seberapa cacat aku dulu. Aku terobsesi pada buku dan orgen semasa hidupku, apalagi SMA. But because skizo I stopped to read and play music. Sekarang aku nyoba bangkit lagi, aku baca novel lagi walaupun belum berani nyentuh orgen. Entah kenapa memori sama orgen itu kuat banget.. itu ada ketika sebelum Ibuku meninggal, di hari Natal,di Gereja, bahkan ada saat aku skizo (ya, orgen menenangkanku beberapa saat). Waktu udah agak brutal aku bener-bener stop. Rasa trauma sama orgen sekarang belum berkurang. Sama dengan rasa traumaku terhadap Alkitab... waktu skizo aku baca injil dan selesai misa, Budheku langsung bilang aku membawakannya dengan jelek, aku trauma.

Back to the earth, Aku ngrasa berbeda .. karena aku nggak keranjingan nonton tv sinetron kepompong seperti mereka atau ngabisin hari buat nonton film di bioskop sama temen-temen. I preferred watching movie with my family especially my sister dan nonton bola ataupun tinju, GP, formula one. Bahkan kadang aku nggak ngerti ada orang komentar tentang bola padahal dia nggak nonton.

Saat aku tahu aku nggak berbeda dari mereka melalui blog Anti ini, kalau lagi kasmaran, cewek itu sama aja ya... Emang dangkal kalau cuma itu, sih. Kadang aku lebih milih di rumah sama keluarga timbang keluar main sama temen-temen, sekarang. Karena dulu aku udah nglewatin banyak kesempatan weekend sama keluarga, adanya naik gunung, kalau enggak kegiatan PAKSY, ninggalin pelajaran buat lomba debat atau ngurus panitia ini itu. Setelah adanya skizo, itu yang nyadarin aku satu hal, satu-satunya yang bisa ngerti aku, cuma keluargaku. Aku nggak ngerti sama semua yang udah ninggalin aku dulu. Tapi sekarang nilai keluarga sangat punya sesuatu buatku. Makanya, aku membuka diri dan berani mengakui, yang terpenting menerima dan bersyukur bahwa aku pernah skizo. Ya, Tuhan selalu punya cara tersendiri buat ngingetin umatnya.

Aku suka karakter cherry, karena dia itu aku banget. She lives in her imagination and sometimes it would be an absurd memory. Ceritaku nggak indah-indah banget kok.. kebanyakan biasa... tapi ketika kamu menganggapnya biasa. Sayangnya aku itu gampang banget kagum, jadi aku menganggap semua hal luar biasa bahkan tanpa imajinasi... cerita sebenarnya pun begitu dan tidak dibuat-buat. Tapi buat jadi penulis, you need imagination of course. But please, some of imaginations kadang bisa keterlaluan dan disebut bohong. Tapi buat bikin cerita itu butuh imajinasi kan? So, seperti di buku cherry bahwa itu kreativitas maka tuangin itu dalam bentuk tulisan haha...Baru hari ini, lagi-lagi aku bisa nglahap satu novel sekaligus lagi... trainingnya udah 6 bulanan lho.


Tidak ada komentar: