my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Minggu, 04 September 2011

Chiko

Chiko.
Chiko!
Chiko.

Bukan Hachiko.
"Dia hanya Chiko"

Aku tak pandai menguntai sajak
Aku tak cukup pintar untuk menahanmu sejenak

Cepat, sampai ku tak sempat
tapi ku tetap ingin jiwamu, padaku, dan tetap merapat

Hai Chiko, aku kembali
dan ku ingin kau kembali

Chiko.
Chiko!
Chiko.

Aku tidak mempunyai foto dirinya. Sejak aku dibawa ke rumah Taman, aku melihatnya untuk pertama kali. Matanya abu-abu, kedua matanya menatapku sendu tapi terlihat bersinar dan ramah. Bibir dan hidungnya abu-abu kehitaman mengendus tungkai Ibuku. Bulunya putih berbercak abu-abu karena lumpur di utara halaman rumah Taman, tebal dan panjang, keriting gimbal. Badannya tinggi rata-rata dan besar serta gemuk, dia sehat. Ekornya panjang dan mengibas ketika aku disodorkan Ibuku padanya, dia juga melolong menyambutku. Aku bahagia, karena dia menyambutku di depan pintu rumah Taman dengan gembira.

Aku tahu dia punya teman, Doggy. Doggy tinggi, lebih tinggi darinya dan ramping. Bulu Doggy putih dan pendek. Tapi Doggy tidak menyambutku, Doggy sombong. "Maaf, aku membandingkanmu dengan temanmu." Aku tahu dia ditinggalkan Doggy ke Salatiga, aku tahu kakak-kakakku memperlakukan Doggy lebih terhormat. Maaf,, aku hanya tidak terima bulu Doggy bersih dan dia tidak. Tapi itulah yang membuat dia spesial.

Dia menemaniku, selalu. Kau tidak tahu rasanya bermain dengan anak kecil kampungku, mereka mengolok-olokku dan sering berteriak kepadaku, yah seperti biasa dia menggeram dan berhasil mengusir mereka. Aku bangga padanya.

Tapi kadang anak-anak perempuan takut mendekatiku, karena dia selalu bersamaku, disampingku. Saat aku dijemur ibuku, saat aku bermain pasaran dan dakon, saat aku mencuri lipstik, eyeshadow dan bedak Budheku, sampai-sampai dia mau mandi karena aku juga mandi. Aku tahu dia sayang padaku.

Saat aku pergi ke sekolah untuk pertama kali, aku mengecupnya terlebih dahulu, itu tanda sayangku padanya juga dan aku tahu dia akan mengibaskan ekornya lagi untukku. Bahkan sekarang aku ingat dia menjilatiku ketika aku pulang dari sekolah. Dia menarik-narik tali botol minumku dan berpura-pura marah karena aku meninggalkannya untuk waktu yang sangat lama. Dua jam adalah waktu yang sangat lama, kan? Kami saling kangen.

Aku belum berusia lima tahun. Aku baru saja melewatkan ulang tahunku yang keempat bersamanya dan teman-temanku di teras depan rumah Taman yang barusan dibangun. Aku baru saja mau berhenti ke posyandu. Tapi kenapa siang itu aku melihatnya layu, dia tidak bersemangat seperti biasanya ketika aku pulang sekolah. Aku merasa melihatnya di kubangan lumpur bau itu lagi, baginya lumpur itu adalah mainan. Sore itu, dia tidak menemaniku, aku tidak tahu dia kemana. Ibu menyuruhku tidur siang. Aku tersadar ketika dia masuk dan menjilati mukaku, aku menyerukan lirih namanya, 'Chiko'. Dia bergerak perlahan dan berbaring miring di sebelah tempat tidur. Aku bangun dan menyandarkan kepalaku ke perutnya yang besar, dia tidak bau dan tidak kotor. Tapi dia tak kunjung bergerak, aku tidak merasakan gerak naik turun perutnya lagi. Aku menggoyang-nggoyangkan badannya, menyerukan namanya berkali-kali. Ternyata jiwanya tak lagi di dunia ini, dia tertidur selamanya.

Teruntuk Chiko
Anjingku yang setia

4 komentar:

Hi_ree mengatakan...

wah inngatanmu bagus banget.. trus knp chiko bisa mati??

aqua mengatakan...

enggak, ingatanku jelek sekarang, ini semua karena ibuku nulis tentang chiko untukku waktu masih bayi..

aku nggak tahu knapa ciko bisa mati. Itu berdasar sudut pandangku.

adinamadine mengatakan...

kayak cerpen ceritanya. .
ayo pelihara ikan n kura-kura juga ben.. wkakakka

aqua mengatakan...

pinginnya sih pelihara tur ono roaming ning ngomah hehe ^^