my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Senin, 13 Februari 2012

Begindang

Halo! Halo! Halo! Ada orang? "Tok Tok Tok"

Pas buka pintu, eloooo lagi yang muncul, gue tau kok, lo emang ngefans banget sama gue, stalking gue, sampai ujung dunia. Hahaha #pedesuper. Ngabisin waktu di rumah selama liburan, bikin kulit ku yang hitam menuju putih (entar juga hitam lagi). Di sebelah rumah ini ada yang lagi bangun rumah dan kalau aku lagi baca buku kecampur "tok tok tok", "duk duk duk". Depar baru aja ngasih inspirasi btw [ keren kan gimana yang keluar dari mulut seseorang bisa jadi cerita yang panjang lebar].

D = Depar
A = aku

D : "Tukang'e mau kuwi sedulure ana sing banci." (Tukangnya tadi itu saudaranya ada yang banci.)
A : "Ha?" (nggak sadar seratus persen dan masih terpaku sama twitter yang bingung mau dibikin status kayak gimana, kalau aja kalian tau, bikin status kalau nggak sering update lama-lama cuma bisa ngretweet doang >> aku banget)
D: "Tukang'e kuwi duwe sedulur sing maune lanang dadi wedok." (Tukangnya itu punya saudara yang tadinya laki-lai jadi perempuan)
A: "Ya!" (langsung cling banget! *cethak muncul memori yang berguguran)

Aku nggak tau gimana banci, gimana bencong, atau hal-hal yang nggak menutup aurat yang bohai cuma buat ngamen. Aku tahu lho kalau sekedar lekuk tubuh cowok tuh beda sama cewek, entah segemuk apa tuh cewek, tapi mesti ada aja yang beda sama lekuk tubuh cowok yang sama gemuknya.

Setelah aku googling yang ketemu kalau banci adalah 'lelaki yang menonjolkan sisi kewanitaannya'. Ya, kurasa ada benernya sih, setiap orang punya porsi tapi kalau yang dibahas bahwa jenis kelamin berbeda ya emang beda, dan NGGAK SAMA!!!!!! (sama sekali).



Kalau mau bahas dari sisi agama, aku nggak paham juga, apa yang kutahu banci itu ada udah dari jaman Dono Kasino Indro (WARKOP) sampai sekarang bertaburan di mana-mana *horor banget nih Indonesia lama-lama* Karena bahkan ada kontes waria, ini menambah ketidak cethoan status cowok atau cewek yang disandang, Kalau mungkin aku bilang cewek ke cowo-cowoan itu lebih enak dilihat dari pada cowok ke cewe-cewean, gue rasa bener ah, suer. Aku tomboy juga soalnya, tapi tomboy ku sekeren cewek bule yang pakai rok tapi juga pakai sendal gunung.

Dulu kalau jam 4 atau 5 pagi waktu smp aku sering banget sepedaan pagi buta, cuma tanktop dilapisi selimut -_-" (gue tahu ini weird banget tapi gue suka apa yang pernah gue lakuin dulu). Aku cerita ke depi (temen SMADA dulu) kalau aku gilo* sama yang namanya banci, entah kenapa rasanya emang ada chemistry setiap ketemu banci. *KYAAAAAAAAAA.. Jangan kelebihan mikir kalau aku naksir bencong. *sori aku nggak level sama yang begituan #sombongtendangboots*. Aku melenggang santai dengan sepeda (apa) Butterfly yang setia banget sama aku waktu itu. Dan akhirnya sampai ke deket Gereja Kidul loji, deket Bruderan dan deket Gedung BI. Waktu masih jauh, yang keliatan sih item dengan baju putih biru garis-garis doang sih, tapi makin lama makin dekat.. #sreeeett

B= bencong
M = mas-masnya

B1: menyongsong M dengan tas tangan di tenteng tangan kiri lari nyrobot sepedaku "Maaaaasss"
(pingin muntah aku, shock banget mau cepet-cepet lari juga gimana, sepeda lari, dikejar banci juga entar)
B2: "buat aku ah buat aku"
B3: "BUAT AKU" (tau deh apa yang direbutin)
B4: " Mas, gimana mas" sambil belai-belai M yang lagi enaknya ngrokok
M: "Ya gimana..." terus mengendik ke arahku.



Nggak pikir lama, aku kabur kesetanan dengan kecepatan penuh, (setidaknya menurut sepedaku), dan B1 ngejar tapi syukurlah aku nggak kekejar. "Kalau gue harus lewat sono lagi diwaktu lain mungkin gue nggak bakal milih buat dateng jam 4-5 pagi atau 3 pagi sekalipun." Janjiku sama diri sendiri, yakin seratus persen. Dan aku nggak pernah nemuin banci lagi di hari berikutnya dan berikutnya.

Pas makan bareng temen-temen PAKSY di mie ayaman deket SMADA, juga lagi-lagi 2 makhluk molek nggak-ngrasa-nggilani *kecrek kecrek tiba-tiba dan dan dan, jelas aja aku tertohok pegangan rok temen sebelahku, sesegera mungkin nelungkupin muka biar nggak keliatan banci yang *kecrek kecrek. Tapi BANCINYA NYAMPERIN, aku nggak bisa berkutik, mata udah nanar dan ngluarin air mata dikit saking gilonya. Bangun-bangun, disapa temenku lainnya, "Kamu knapa'e Ndot." (panggilan gue di SMADA). Aku udah ngrasa mukaku merah dan nanar. Nggak bisa jawab dan cuma disodorin minum.

Sumpah saking banyak pengalaman ketemu banci kayak praktikum survey theodolit, hey kalian mesti tau deh! (haha). Aku jadi tahu harus mensyukuri karunia Tuhan, udah dikasih cewek, ya cewek aja, masalah aku agak kecowo-cowoan sebenernya masih cewek kok. Yah. closing ku melow drama, kata Fitri Tropika (kening) sih umur 19-20 tuh kisahnya melow drama gitu.Rasanya nggak gitu juga buat aku. Biasa seperti biasa, sungguh. Masalah gue sensitif, gue *lagi* maaf.

Tidak ada komentar: