my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Minggu, 04 Maret 2012

Monkey's Love Sekolah Dasar

Ini pagi-pagi buta, baca tweet Indi (penulis Waktu Aku Sama Mika dan Karena Cinta Itu Sempurna) nyadarin aku bahwa ini memang masih pagi banget (hadeh apa sih), jam di Andro (hp) tersayangku 4:47. "Hoaaahm!" Mata penuh blobok (kotoran) dan sedikit berair mewarnai mukaku yang sebenarnya tergolong cantik. Muka doang, badan bongsor dengan berat 60 kilogram di timbangan rumah, kalau di apotik jadi 63 hahaha. Aku masih terlentang dengan selimut hijau di kamar belakang, kamar yang dibangun di bekas makam saudara sepupuku yang meninggal ketika masih dalam kandungan (sekarang sudah dipindahkan ke makam imogiri).


Setengah sadar aku buka timeline twitter dan menemukan bahwa Cahyo meretweet status Raditya Dika tentang liga Inggris. Mengingat dulu aku juga suka bola terasa banget kalau aku juga kangen menghafal nama mereka, kangen teriak gol, kangen rasa kecewa kalau tim favorit kalah, tv di rumah cuma satu, mau gimana lagi ngalah sama orang tua. Fasilitasku yang ada cuma netbook dan hp dan mau beli tv tuner malah aku lariin duitnya buat beli sleeping bag yang kecil. (Lengkap sudah betapa gilanya aku dengan kehutanan).


Ehm.. ketika kamu sd dan mengetahui kamu suka sama orang pasti deh ngomong pertama sama sahabat. Setidaknya kalau aku gitu. Dan anehnya aku punya diary khusus antara hidupku dan sahabat sdku waktu itu yang berisi cinta-cinta masa sdku. Dan kebiasaanku morotin temen sdku buat jajain makaroni kering yang dibubuhi motto sebelum les pelajaran. Tapi terkadang aku juga beliin sih.

Cinta monyet tapi juga bisa disebut cinta pertama kalau emang iya. Masalahnya aku juga nggak inget apa aku sudah merasa berdesir waktu itu, haha aku tahu yang kalian cari dari aku adalah ini, di mana cintaku berada dan pada siapa aku akan menghabiskan sisa hidupku. Artinya aku mau nikah sama siapa... Atau mau dibawa kemana hubungan kita *nyanyi sambil keselek ludah* (jijik dot com). Aku akui selama sd aku suka sama dua anak cowok yang nggak begitu menonjol. Just to be wise aku bener-bener bakalan terbuka buat ngomongin salah satunya, namanya yaitu Adit, dengan nama lengkap yang sangat aku inget yaitu Aditya Tyandyeri, dulu sih sama temen-temen sd sering diplesetin jadi Aditya Strawberry. Anaknya bongsor, putih, cina, rambut lurus potong pendek biasa tiga jari dari kerah baju, muka kotak dan mata sipit, dan gigi tambalan. Asal kalian tahu, yang aku suka adalah gigi tambalannya. Dulu aku juga ditambal di mana-mana karena keseringan makan coklat, permen, dan es krim membuatku mau nggak mau 6 bulan check up gigi rutin di Panti Rapih. Notabene ibuku rajin banget ngurus penampilanku. Sering banget kami berdua duduk bareng. Biasalah, kalau sd harus duduk cowok cewek dan biasanya sesuai nomer absen. Aku bisa inget banget, gitu ya, kalau nomer absen dia 27 dan aku 26, terus pernah suatu kali absen berubah karena ada perpindahan dan ada yang nggak naik kelas, terakhir absenku 22 dan dia 23. Selama sd dari kelas 1 sampai kelas 6 teman-temannya satu kelas tetap. Dan ekskul ku tetap. Somehow aku nggak inget pernah satu ekskul atau enggak sama dia. Yang aku tahu, aku suka kalau dia pakai celana panjang warna biru dan merah serta kaos cubitus dan topinya waktu les bersama. Aaaa~~~ mengingatnya sungguh menggelegakkan semua ingatanku.



Waktu olah raga dia selalu tanya,"Siap, kan?" terus aku pasti nggak bisa jawab dan malah megangin perut kebelet beol karena terlalu nervous. Level olah raga dia dibawahku selalu tapi dia tenang dan bilang, "Gampang." Dan Guru olahragaku, Pak Jum hobinya njodohin aku sama Adit dan jadi bahan opening olahraga -_-".Dulu aku suka banget main bareng dia, karena kami sama-sama naik becak pulang sekolah (walaupun becakku becak jemputan dan dia sama maminya) secara dia itu dulu anak mami banget berangkat pulang dijemput maminya, dan maminya ituhhhh seksi banget. Rambutnya panjang sampai punggung, lurus kayak anaknya, seringnya pakai tanktop putih dan sarung pantai yang nutupin seluruh kaki kalau jemput Adit. Make upnya selalu pas dan wajahnya putih. Dan ibuku waktu itu akrab sama maminya Adit seiring waktuku sama Adit, seiring kisah masa kecilku, sampai akhirnya Papinya Adit dipanggil Tuhan.


Pernah suatu kali kami main kejar tangkap (masa bodo namanya apa) kayaknya kotak pos deh. Sebenarnya waktu itu aku nggak ikut main tapi liat temen-temenku kejar-kejaran dan excited, aku ikut gabung. Awalnya aja berasa biasa sampai aku lari ditangkap Adit, tanganku seperti disandera di belakang punggung, diiket dan dikunci sama Adit dan.. dan.. aku teriak karena kesakitan,"Adit lepasin! Lepasin ah!" tapi Adit nggak nglepasin juga, ujung-ujungnya aku nangis. Dan adit salahkan oleh Irma (sahabatku waktu itu). Teman-temanku mau melaporkan ke guruku waktu itu tapi aku langsung berusaha nggak nangis lagi karena aku nggak mau Adit dihukum. Engg.. benernya nggak inget kelanjutannya.


Inget lagi waktu Adit bener-bener dihukum dan sama Carla. Yah tau lah Carla seperti apa.. hobi bikin onar kalau di novel dia adalah Honey O Hare.. perawakannya tinggi, putih, cina rambut bob lurus dan kacamata Harry Potter menggantung di kedua telinganya. Sepertinya waktu itu mereka belum buat PR dan mereka dihukum di depan kelas, guru mengharuskan menjewer telinga mereka dan yang aku lakuin jewer Carla dengan keras dan Adit hanya kusentuh telinganya. Aku nggak adil banget.

Tapi kalau mau dibilang kami nyambung atau enggak... Aku bakalan jawab kami nyambung. Sering banget telpon-telponan cuma buat nanya pr. Tapi yang paling aku sebelin kalau aku yang telpon pas yang jawab mami atau pembantunya. Haha.. indah banget ya...

Entah mulai kapan masa indah antara aku dan dia berlangsung dan entah mulai kapan rasaku berakhir.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai pindah tempat duduk dan sudah ada yang menggantikan posisi itu. Aku belum mau menyebut namanya saat ini.. Dia dulu ada buat aku dan mungkin rasa itu tetap ada, sahabatku dan teman masa kecilku..


Mungkin waktu memang membunuh tapi rasa kita pernah ada dan mewarnai hari-hari kita.

-Wikan-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar: