my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Sabtu, 11 Agustus 2012

Sekelebat Uneg-Uneg Kehutanan

Hampir jam sepuluh malam ketika malam ini saya merindukan masa-masa saya saat sama dia, entah ketika bertemu akan sama atau mungkin sama lelahnya, saya hanya kangen.

Bukan cuma itu pemirsa yang pingin saya ceritakan pemirsa, hanya baru tahu bahwa kehutanan itu juga sedikit berhubungan dengan laut, dan itu konservasi terhadap ekosistem laut dan tumbuhan yang dapat hidup di laut dan sekitarnya yaitu terumbu karang dan mangrove. Sewaktu kuliah lapangan dahulu saya diperkenalkan dengan hutan pantai dan hutan payau, dimana sekitarnya itu air dan kebanyakan adalah di hulu laut atau teluk.

Dan keinginan saya untuk melihat keanekaragaman bawah laut saya hubungkan dengan profesi yang akan saya tekuni nanti, apa saja yang berhubungan dengan hutan, saya bercita-cita bukan hanya gelar saja tetapi juga ilmu saya dipakai. Berdasar yang saya baca, ternyata kehutanan di bidang manajemen kurang lebih mengurusi kehutanan sosial juga, dimana masyarakat juga ambil bagian dalam pengelolaan hutan. Ternyata masyarakat juga ada kesadaran akan keberadaan hutan, banyak dari kita disadari juga menuntut ilmu untuk mengeksploitasi yang ada dibidangkan. Termasuk kehutanan, ketika kita menguasai seluk beluk kehutanan mungkin 'jujur' hanya sekadar kata dan hasilnya pemanfaatan tidak seimbang dengan kelestarian. Manajemen hutan berisi rehabilitasi lahan bekas pakai ke hutan tanaman. Karena hal berhubungan dengan pengembalian adalah re- maka semua yang berhubungan dengan hutan akan menjadi reboisasi, regenerasi, rehabilitasi, dan tentunya di bidang kehutanan. 

Dari bidang kehutanan yang saya tekuni sampai hampir tahun ketiga saya isi dengan menuangkan dalam bentuk presentasi, essay-essay yang termasuk tugas kuliah dan juga mengisi artikel dalam suatu kegiatan organisasi, dan mengutarakan pendapat lewat blog ini dan status-status saya. Tetapi tak banyak yang bisa saya lakukan untuk concern terhadap masalah kehutanan yang baru-baru ini berlangsung. Konversi dan deforestasi sudah menjadi masalah sejak dulu di bidang konservasi tetapi untuk korupsi hutan adalah bagian yang banyak diminati di manajemen.

Sisa-sisa pengetahuan ini ternyata ada gunanya ketika saya dimintai bantuan mengisi outbond untuk anak kelas 6 sd di muntilan Jawa Tengah. Di sana kami para mahasiswa diminta menjadi penjaga pos sesuai keahlian masing-masing. IKC adalah nama perkumpulan tersebut, organisasi berdiri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana alam. Saya salah satu penjaga pos yang menerangkan isi bencana.

@ SD Ngupasan, Muntilan

Mengakui saya bukan asisten dosen sama sekali, dan belum mempunyai pengalaman mengajar, saya mencontoh dari kakak-kakak IKC yang menerangkan terlebih dahulu, tapi namanya juga saya mahasiswa kehutanan gaul, nasi telah menjadi bubur bahwa penjelasan saya ujung-ujungnya kehutanan.

Saya tidak begitu tahu banyak, tetapi kalau menduga dan diajak berpikiran logis, negara yang bukan di jalur khatulistiwa dan tidak mempunyai hutan tropis saja merasa suhu lebih panas daripada biasanya, apalagi Indonesia yang terbiasa dengan hutan sebagai pelindung sinar UV matahari. Yang ada perubahan iklim terasa sekali dampaknya dan untuk begitu juga perubahan kebutuhan manusia termasuk hand and body lotion. Memang saya akui bahwa biasanya daun yang dibutuhkan lidah buaya, ginseng, bengkoang, dan mungkin kalau obat-obatan dan vitamin seperti minyak ikan. 

Itulah pemirsa, saya bingung kenapa kehutanan memang mencakup kebutuhan tetapi kuota lahan berkurang juga, kepadatan penduduk dan pemenuhan barang kebutuhan ini yang mendorong untuk tanggap bencana dan menyesuaikan diri. Tanggap bencana terhadap perubahan iklim, bisa dibilang paus yang terdampar belakangan ini karena migrasi yang didorong ketidaknyamanan habitat. Bila sudah mati seperti hiu paus yang di parang kusumo itu mungkin dimanfaatkan secara besar-besaran selain menjadi ajang tontonan. Saya tinggal di Bantul dekat pantai itu tapi saya hanya mendengar lewat berita. 

Pemirsa, bukan karena barang fana Dia membayar dosa kita, tetapi ketika kita menjaga yang menjadi hak kita itu adalah usaha yang baik. Setidaknya mengelola bersama atau kerja sama dan jujur ada di dalamnya.
Published with Blogger-droid v2.0.6

3 komentar:

dunia kecil indi mengatakan...

wah, betul. mulia sekali kamu. tujuannya bukan cuma gelar, tapi ilmu :) good luck, ya :)

aqua mengatakan...

makasih, Ndi, prakteknya lebih susah lagi.

dunia kecil indi mengatakan...

dear, buku guruku berbulu dan berekor yang ada kamunya udah keluar, kalau mau pesan bisa sms ke 0818618363. kalaumasuk ke toko bukunya 2 mingguan lagi. royaltinya untuk charity :))