my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Minggu, 02 Desember 2012

Persembunyianku Dalam Lubang Bawah Cemara Udang

Orang-orang harus mempunyai sesuatu dari dirinya.

Kemarin aku punya sesuatu. Sesuatu untuk dibagikan di facebookku. Setelah naluriku disembuhkan oleh ibuku yang mengajakku ke sebuah Pantai. Sebelumnya seorang teman blogku, semacam travel writer pernah mengulas tentang pantai ini. Pantai yang terletak di Srandakan, Bantul ini baru saja dipublikasikan sebagai pantai dekat pantai yang lama. Hanya di sebelah baratnya kurang lebih 1 kilometer. Pantai lama itu bernama Pantai Kuwaru. Sedangkan pantai yang baru bernama Pantai Baru. Belum bertanya pada penduduk lokal kenapa pantai itu diberi nama Pantai Baru. Seakan mengira-ngira aku menemukan jawaban karena pantai itu baru saja ditemukan. Lantas berjuta tanda tanya kenapa Pantai itu tidak dinamakan Pantai Anyar, dirasa lebih terasa Jawa dan dikemas dalam bahasa Jawa ngoko. Sepertinya agar tidak sama dengan Pantai Anyer di Jawa Barat. 

Dahulu hanya satu petunjuk ke arah pantai sekitar Srandakan, Bantul, Pantai Kuwarulah tempatnya. Tetapi setelah kurang lebih 2 kilometer setelah petunjuk yang hanya pantai Kuwaru, langsung terlihat dua gang kecil, di mana yang satu menghubungkan ke pantai Kuwaru dan petunjuk satunya menunjukkan destinasi Pantai Baru.

Menuju ke selatan aku mengendarai motor dengan ibuku. Kata beliau sedang survey untuk piknik teman-temannya sekantor. Jadilah aku yang hari itu libur ditugaskan menyupiri beliau ke Pantai Baru. Sebelumnya kami melewati jalan menuju rumah makan kalkun dan rutan Bantul serta Pajangan, lewat jalan kecil. Bila lewat Kota Bantul, perempatan pertama setelah gapura 'Selamat Datang di Kabupaten Bantul' ke Barat, lurus terus sekitar 2.5 kilometer, ada pertigaan pilih kanan sampai tulisan petunjuk Rutan ambil ke Timur, dan jalan tersebut mengarah ke selatan. Setelah pertigaan BRI dan Soto Pak Narto ke selatan terus hingga plang Pantai Kuwaru, barulah setelah menuruti jalan tersebut ketemu petunjuk arah ke Pantai Baru. Biaya di pos pertama hanya 2000 rupiah per orang, setelah masuk lebih dalam dan terlihat kincir-kincir angin, disitulah letak pantai Baru. Masuk lagi membayar untuk parkir kendaraan saja.  

Labirin pohon

Pantai Baru terlihat mempunyai banyak Cemara Udang atau Casuarina equisetilfolia mewarnai daerah pinggir pantai, berjajar seperti 'among tamu' menerima kita yang akan berwisata ke sana melepas penat. Setelah memarkir kendaraan maka akan terlihat cemara udang tersebut adalah vegetasi terbesar di kawasan itu. Toko-toko berjajar dan mengundang kita untuk bersantap setelah main di pantai seharian. Karena agak lama pembuatan masakan jadi usahakan memesan terlebih dahulu sebelum memulai permainan di pantai. Sekitar 1 - 2 jam, tergantung jumlah pesanan dan kerumitan resep. Aku dan ibu memesan balado dan ikan bakar. Mungkin sekadar cakalang ada di sana. Tetapi tidak seperti kuwaru yang mempunyai pasar ikan di berbagai tempat. Ini hanya rumah makan sederhana. Sesederhana itu pula menenggak es teh di sana sambil mengagumi Pantai Baru.

Semakin ke dalam, jika berjalan di antara pepohonan cemara udang, kita akan menemukan tempat yang mirip labirin pohon atau lorong pohon setelah tulisan 'pakaian' terpampang di salah satu pohon. Tak ketinggalan agak ke barat sedikit banyak lubang-lubang kecil di mana terdapat jingking atau kepiting kecil yang berhabitat di situ, bila kita lewat di saat sepi dan beruntung, kita akan melihat satu atau dua jingking yang menampakkan dirinya. Aku menemukan salah satu dua jingking tetapi terburu masuk ke lubang ketika aku mau memotretnya. Hanya satu jingking yang berhasil aku potret dan itu saja di dekat garis pantai menuju laut.  


Di pantai Baru juga terdapat wahana permainan yaitu kendaraan bermotor kecil untuk dinaiki satu orang per motor untuk ukuran orang dewasa. Namun tak kunaiki dan juga tidak menanyakan harga sewa kendaraan tersebut. 


Lebih ke barat lagi ada gubuk-gubuk untuk berteduh dekat pantai, salah satu gubuk tersebut berisi kulit ikan paus yang diawetkan dan diisi karung-karung agar membentuk. Ikan paus tersebut yang dahulu katanya terdampar di pantai tersebut. 

Pemancing
Sayang, air pantai berwarna coklat, bukan biru dan topografi yang curam membuat turis agak takut untuk menengah. Hanya beberapa kalangan yang memilih untuk memancing di tepian pantai. Tetapi penikmat pemandangan tidak akan kalah takjub dengan ombak yang ada, karena terkadang mencapai 3 meter dari garis pantai rata-rata. Jenis pasir yang hitam memang khas dari pantai selatan tetapi masih cukup indah untuk dibuat miniatur ataupun tulisan di atar pantai berpasir yang katanya memperkuat romantisme suatu hubungan. Awan dan langitpun menyatu dengan gradasi yang apik dengan garis laut dan garis pantai. Penikmat pemandangan pasti tetap puas untuk beristirahat di pantai Baru. Selamat menikmati :) Jangan lupa pesanan ikan di bawa pulang atau di makan bersama orang-orang tersayang di warung tersebut. Harga terjangkau dan hati tetap puas.

Tidak ada komentar: