my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Sabtu, 19 Januari 2013

Ganjuran. Berkah Dalam Candi Jawa



Tadi pagi setelah saya berdiskusi tentang KKN saya semester depan, saya berpikir untuk apa membawa-bawa kamera saya. Memutar otak selagi berbincang tentang jenis mangrove yang akan di tanam di lokasi KKN dan bagaimana bekerjasama dengan BATAN, saya memutuskan untuk pergi ke sesuatu tempat setelah UAS yang saya lalui.

Tempat untuk bersyukur adalah pilihan saya. Saya beragama Katolik dan tidak malu untuk mengakui itu. Karena itu yang saya miliki. Saya menstarter motor sepulang dari KPFT UGM menuju rumah kasongan. Eh.. setelah saya bertanya pada pekerja yang sedang menyelesaikan bangunan kamar adik saya, "Bapak dan Ibu ke mana?". Salah satu bilang," Nggak tau, tadi pergi lagi'e." Walaupun dengan sedikit lapar, saya benar-benar pergi lagi dengan motor ke selatan yaitu ke arah kabupaten Bantul. Lurus terus sampai saya menemukan plat yang bertuliskan Gereja Ganjuran dekat SMA Stelladuce Bantul. Menuju ke timur melewati pohon-pohon cemara yang berjajar dan pematang sawah. terasa sejuk dan melegakan, seperti mempersiapkan diri untuk menemui rumah Tuhan.

Disitulah saya, Gereja Ganjuran hanya dengan retribusi parkir sukarela saja saya bisa masuk. Untuk menghormati Gereja ini saya memberi 1000 rupiah untuk parkir. Maklum saya kere karena habis belanja barang kebutuhan. 

Saya terkesan dengan selain arsitektur candi Jawanya tetapi juga pohon yang ada di sana. Konon sewaktu saya kecil lantai masih berupa tanah dan banyak ulatnya tapi sekarang tertata dengan konblok serta bangunan-bangunan tambahan seperti gereja joglo dan joglo-joglo tambahan.

Saya tidak masuk ke dalam candi tadi, karena antrian yang banyak selagi panas karena menunggu antrian. Tradisi di sini untuk membasuh kaki dan tangan, berkumur maupun meminum air suci dari keran-keran yang disediakan sebelum mengucap doa di dalam candi. Sayang, saya menggunakan kesempatan itu cukup dengan membasuh tangan dan kaki serta meminum air sucinya saja. Kegiatan Gereja Ganjuran toh juga berjalan seperti Gereja-Gereja lainnya, mengadakan misa dan pengakuan dosa. Kursi dan tikar masih disediakan yang ingin berdoa di luar candi. Gamelan masih berada di pinggir candi. Lilin-lilin masih menyala selama doa ada di sana. Berbicara dengan Tuhan seindah nyala lilin di gereja Ganjuran, seindah bersyukur karena candi itu masih berdiri kokoh ketika terjadi gempa yang menimpa jogja dan sekitarnya pada tahun 2007. 

Nikmatilah segalanya dengan rasa syukur selama masih bisa berbicara dengan Tuhan dengan hati atau apapun itu.
 
 
 
 
 
Posted by Picasa

Tidak ada komentar: