my quotes

'life is like a puzzle need one another to make a complete picture that's why this life so perfect'

-Wikan-

'knowledge cannot replace friendship, I'd rather be an idiot than lose you'
-Patrick to Spongebob-

Minggu, 24 Februari 2013

skizo

Sebentar, saya memberitahu anda bahwa saya sudah sadar dari alam bawah sadar. Obat saya dosis setengah dua hari sekali, maaf bila anda terganggu dengan saya bilang yang macam-macam. seperti disadap, ngomong sendiri, pikiran disiarkan, selama ini. saya sedang penyembuhan.

Sabtu, 09 Februari 2013

Malaysia #5 Malaysia Ala Backpacker

Bayangkan kita hanya berdiam diri di rumah tidak melakukan apapun. Entah kata orang bahwa kita bisa menahan keinginan atau apa, tetapi pastinya diri kita haus akan hiburan dan aktivitas yang membuat kita segar kembali. Salah satu aktivitas yang paling diminati oleh kalangan muda adalah berwisata. Bahkan berwisata punya bermacam-macam cara, yaitu, rekreasi, paket tour, bahkan ada travelling, sampai backpacking. Para remaja sampai pemuda saat ini terpengaruh oleh berbagai media yang mulai mempopulerkan aktivitas travelling dengan backpacking.
 
Backpacking adalah traveling berbiaya terbatas dan menuju internasional traveling. Tetapi untuk orang-orang disalah artikan dengan dalam negeri sendiri. Walaupun tak beda jauh yaitu menggunakan biaya terbatas.
Salah satu backpacking yang diminati oleh orang Indonesia adalah ke Malaysia, selain berbiaya terjangkau, tidak terlalu jauh dari negeri sendiri.  Meski juga banyak yang meremehkan berpergian internasional hanya ke Malaysia selain bahasa yang digunakan tidak jauh berbeda dari bahasa Indonesia, kurang menantang karena orang-orang dalam rupa yang hampir sama.
 
Mengapa Malaysia menjadi menarik di mata saya? Malaysia terbilang negara yang cukup aman, transportasi yang terlihat memadai, penginapan yang banyak ditawarkan dengan biaya cukup murah, bahkan buku yang saya baca mereferensikan Malaysia sebagai pilihan yang bagus.
 
Untuk melakukan backpacking dengan biaya murah, turis dari Indonesia biasa berpergian menggunakan maskapai penerbangan air asia dan mendarat di LCCT, Low Cost Carrier Terminal. Tidak sedikit yang meremehkan bandara ini, tetapi pelayanan di sini tetap terjamin, nyatanya masih banyak penerbangan tepat waktu yang saya temui disini, kehilangan barang bawaan juga minim.
 
Rencana berpergian sebaiknya disusun minimal 2 bulan sebelumnya, cari-cari tiket promo yang ada, bisa jadi 1 juta pulang balik Malaysia – Indonesia,bahkan mungkin bisa lebih rendah dari harga tersebut. Dengan modal 3 juta sudah bisa jalan-jalan dan berbelanja barang bermerek internasional di Malaysia. Pandai-pandai mengambil kesempatan dan tepat waktu dijamin dapat memuaskan liburan anda.  Penginapan di Malaysia didapat dengan mudah bila anda sudah sampai di Kuala Lumpur, apalagi daerah China Town atau Bukit Bintang, banyak hostel, lodge, sampai guest house dengan biaya murah. Dengan 25 ringgit anda sudah mendapatkan single room, dengan fasilitas wi fi, kipas angin dan makan pagi, bahkan untuk dormitory hanya diperlukan 17 ringgit saja. Pelayanan yang diberikan ramah dan bersahabat. Bahkan bila barang ditinggal selama 2 hari di penginapan pun masih tetap aman.
 
Akses transportasi di kuala lumpur bisa dijangkau dengan mudah ke berbagai tempat wisata, bahkan dari LCCT ada bis milik maskapai penerbangan berbiaya 8-9 ringgit untuk ke kota Kuala Lumpur. Dari Kota raya, ada metro 79 untuk ke Petronas Twin Tower KLCC berbiaya rata-rata 1,3 ringgit. Bahkan ada bis tanpa dipungut biaya, atau gratis yaitu GO KL untuk berwisata di dalam kota Kuala Lumpur. Kereta monorail juga patut dicoba, dari KL Sentral bisa menuju KLIA dengan komuter. Bahkan ada LRT untuk menuju Petronas Twin Tower dari Bukit Nanas, kereta bawah tanah ini berbiaya 1,2 ringgit. Dengan 1,2 atau 1,3 ringgit , kita akan mendapat koin yang digunakan untuk keluar masuk kereta.
 
Untuk masuk Petronas  Twin Tower berbiaya 50 ringgit di dalamnya terdapat ruang Dewan Filharmonik Petronas. Bila hanya ingin melihat-lihat kita dapat menikmatinya dari Suria Mall KLCC . Mall besar di kuala lumpur, berisi barang-barang brand luar yang tidak kita dapati di Indonesia dan tanpa biaya masuk.
Dari Kota Raya, belakang Central Market (PASAR SENI) pakai Rapid KL dengan biaya sebesar 2 ringgit akan membawa anda ke Batu Caves, tempat ibadah umat hindu terutama komunitas India, tempat ini juga banyak diminati oleh para traveler. Batu Caves biasanya penuh pada saat hari raya umat hindu seperti Thaipusam. Patung tebesar yang berdiri di situ bernama Patung Murugan dan sangat terkenal di Malaysia.
Mengunjungi KL Tower atau Menara Kuala Lumpur yang menjadi ikon kota ini juga patut dipertimbangkan, Untuk naik menara tersebut dapat menggunakan bus khusus, tetapi kalau anda tidak sabar untuk menunggu datangnya bus tersebut anda bisa jalan kaki melalui tangga, ups.. ada peringatan bahwa kamera pengintai siap memperhatikan anda.
 
Daerah lain yang bisa dikunjungi dalam tempo 5 hari adalah Penang dan Melaka. Sayang saya hanya sempat ke Penang. Transportasi termurah yang bisa digunakan adalah bis dari Puduraya sebesar 32 ringgit untuk second class seat. Bis second class tetap nyaman digunakan karena ber-AC dan tempat duduk bisa di ubah sesuai keinginan kita. Pilihan bisa berhenti di Butterworth ataupun Pulau Pinang. Butterworth merupakan terminal bis di Penang Sentral. Untuk mencapai pulau Pinang kita bisa memakai Kapal Feri dengan biaya  menyeberang sebesar 1 ringgit. Pemandangan air di Pulau Pinang juga menggoda untuk dinikmati. Selain itu, kalau melalui jalan darat, ada jembatan yang menghubungkan Pulau Pinang dan Butterworth yang merupakan jembatan terpanjang se-Asean, Untuk mencapai tempat wisata seperti Komtar, Batu Feringhi beach bisa menggunakan city hop on bus atau rapid penang.  Penduduk Pulau Pinang terdiri dari umat Cina, India dan Melayu sendiri, tetapi kebanyakan penduduk Cina. Bila melihat lebih dalam banyak juga orang Indonesia berada di sana, memang prihatin bila kita sudah mengetahui banyak berita tentang TKI yang berada di Malaysia, kebanyakan bekerja sebagai buruh. Tetapi kata orang di sini adalah kota surga, di mana makanan enak dan wisata yang menakjubkan tersedia.
 
Bila tidak jadi ke Melaka untuk menikmati Eye on Malaysia, kita bisa saja menggantinya dengan Lake Gardens, di mana dulu Eye on Malaysia berlokasi sebelum di pindah ke Melaka. Lake Gardens berisi taman-taman, di antaranya taman bermain, taman rusa dan kancil, boat house, taman burung (bird park), butterfly park, bahkan Plaza Tugu Negara. Jangan sampai tertipu taksi yang tidak menggunakan argometer. Untuk informasi, taksi di Kuala Lumpur suka-suka sendiri mematok harga tidak berargometer dan bisa melonjak harganya bila malam hari.
 
Makanan lokal di Malaysia yang dijual di rumah makan sederhana seharga 3.5 ringgit. Untuk es teh, 1,5 ringgit dan teh di sini adalah teh dicampur susu atau teh tarik, maka pesanlah teh tanpa susu bila hanya ingin menikmati es teh Indonesia. Bila tidak pintar memilih tempat makan biaya makan bisa mencapai 6-13 ringgit untuk sekali makan di sini.
 
Perjalanan di sekitar China Town atau penginapan dapat dilakukan karena Dataran Merdeka penuh dengan bangunan pemerintah yang patut diacungi jempol. Di mana berdiri juga museum city gallery yang tidak memungut biaya, berisi foto-foto dan diorama kota Kuala Lumpur. Tempat yang bagus untuk berfoto.
 
Bila pulang tak membawa souvenir pastilah orang rumah marah, pergilah ke Pasar Seni atau Central Market, baju-baju bertuliskan Kuala Lumpur, Malaysia banyak dijual dengan biaya rata-rata 10 ringgit. Bahkan coklat buatan Malaysia, kartu pos dari kayu, lukisan dan perhiasan-perhiasan murah banyak ditemukan juga disini. Katsuri Walk dekat dengan Central Market, juga menyediakan pasar malam untuk souvenir. Apalagi china town jalan Petaling, banyak anda jumpai baju dan sepatu bermerek walau merek KW-an dan berbiaya murah.
 
Itulah mengapa saya iri terhadap Malaysia, sektor transportasi yang tertata dapat menjadi contoh bagi kota-kota besar di Indonesia, toleransi beragama yang tinggi dan sedikit berita perang antar umat beragama. Mengapa Indonesia tidak seperti itu, Yogyakarta sajalah dulu mencontoh, dengan cara menggunakan sarana transportasi umum dengan sebaik-baiknya dan menjaga kebersihan.
 
Boleh lah backpacking sekitar kota, bahkan banyak buku yang beredar sudah mengatur jadwal travelling kita bukan? Beranilah untuk mencoba dunia luar. Temuilah orang-orang dan berpetualanglah. Tapi pesan saya, tetaplah berperilaku baik di negeri orang seperti kita melakukannya di negeri sendiri. Mungkin tempat yang kita tuju bukan rumah, tetapi sisi lain dari rumah kita.


 NB: Tulisan ini diposting karena tidak dimuat di satupun surat kabar.


Parang Tritis

 


I spend too much time thinking about myself, better doing something unnecessary than doing nothing. So I got along to the journey with Bonita, went to Ganjuran and Parang Tritis beach.

I was just wondering, I got a very nice landscape view. Doesn't need to go to very far away places to get some nice pictures.Something called togetherness break it.
 
 
 
 
 
Posted by Picasa

Kebun Binatang Gembiraloka





Kemarin aku pergi ke Gembiraloka, tujuanku nggak banyak, cuma iri aja kakak sepupuku foto panda di negeri orang. Gue.. pingin liat binatang tapi nggak tau jalan di Malaysia. Jadi.. aku putuskan untuk pergi ke kebun binatang. Tadinya kalau beneran temen-temen SD ku mau, aku ajak ke Gembiraloka. Tapi berhubung minat dan jurusan kita beda, maka dari itu aku sendirian yang ke Gembiraloka.


Udah lama sebenernya selain Prambanan, banyak objek wisata yang mau aku kunjungi, cuma sempat atau enggak. Dan banyak lain soal, baru kesampaian sekarang.

Yang paling berkesan dari gembiraloka, hewan-hewannya nggak semblenyek yang media ceritakan. Mereka cakep kok. Contohnya harimau atau macan putih di atas. Mereka juga cukup makan.

Asal tahu aja, banyak banget cewek yang ke sini, kalau cowok itu mah sama ceweknya juga. Aku sendiri sebenernya pingin difotoin, tapi entah cewek-cewek tuh gimana, ada kesempatan aku bisa foto bareng orang utan, antri panjang sama cewek-cewek lain. Pertanda sudah aku iri sama cewek-cewek yang bertebaran di sepanjang Gembiraloka.

Aku surprise sama Wallaby di sini, ternyata mereka kayak kangguru, walau aku nggak nemu kangguru. Wallaby itu merek tas, dan ternyata ada wujud makhluknya juga. Dan lagi ada macan putih, kaget juga nemu ini, aku kira ingatanku waktu kecil, macan putih adanya di ragunan, Kebun binatang Jakarta, eh di sini ternyata.

Tiket masuk Kebun Binatang Gembiraloka 15000, tapi di dalam banyak wahana bersama binatang, dari 10000 sampai 20000. Aku kasihan kalau yang ini, kalau sekadar dilihat dan dikasih makan, oke-oke aja, tapi ya nggak gitu juga sih, mereka menyenangkan.

Ada pertunjukan atraksi hewan pada jam-jam tertentu, kebetulan aku nonton, tapi aku kasihan setelah lihat hasil fotoku. Beruangnya nampak kelaperan, berbeda dengan lisang nglonjak-nglonjak nggak keruan hahhaa.

Hmm.. kalian kalau mau lihat binatang ke Gembiraloka deh, walau sampai sekarang aku heran banyak banget taksi berlogo gembiraloka. Pekerja di Gembiraloka kebanyakan juga cowok. :)

 
 
 
 
 
Posted by Picasa